Bupati Temanggung: Perubahan Iklim Beri Imbas ke Petani Tembakau

Ilustrasi petani tembakau. (Antara)

Editor: M Kautsar - Senin, 11 Juli 2022 | 12:50 WIB

Sariagri - Perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini cukup berdampak kepada para petani tembakau di Kabupaten Temanggung, kata Bupati Temanggung M Al Khadziq.

Khadziq mengatakan memasuki bulan Juli biasanya sudah kemarau, namun hingga awal Juli 2022 di Kabupaten Temanggung masih sering terjadi hujan, hal ini sangat berdampak pada tanaman tembakau.

Ia menyampaikan tahun ini tanaman tembakau tampaknya mengalami pelambatan akibat perubahan iklim yang terjadi secara global, buktinya sampai sekarang masuk bulan Juli, hampir setiap hari masih hujan.

Dalam kondisi seperti ini, katanya, petani tembakau mengalami kesulitan dengan hujan yang terus-menerus, karena tanaman tembakau kalau terlalu banyak air justru mati.

"Artinya petani harus tambal sulam, sampai ada yang tambal sulam sampai lima kali," kata Khadziq, Senin (11/7/2022).

Khadziq menuturkan dengan adanya tambal sulam berkali-kali ini ini biaya produksi meningkat, misalnya untuk pembelian pupuk, bibit, kemudian durasi waktu menanam sampai hasil juga semakin lama.

"Tahun ini petani mengalami tekanan berat akibat perubahan iklim, kami hanya bisa meminta kepada para industri rokok yang membeli tembakau Temanggung, mohon betul kesulitan petani ini ikut diperhatikan dalam pembelian tembakau nantinya," kata Bupati Khadziq.

Baca Juga: Bupati Temanggung: Perubahan Iklim Beri Imbas ke Petani Tembakau
Tak Bisa Dipanen, Petani Cabut Paksa Tanaman Tembakau Mereka



Ia berharap harga tembakau tahun ini bisa lebih tinggi lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sebanyak 14 kecamatan dari 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung merupakan sentra penghasil tembakau dengan rata-rata produksi tembakau setiap tahun berkisar 14.000 ton. 

Video Terkait