Intip Cara Budidaya Buah Markisa yang Kini Semakin Diminati

Ilustrasi budidaya markisa. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: Tanti Malasari - Kamis, 4 Agustus 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Buah markisa banyak ditemukan di Indonesia. Selain dikonsumsi secara langsung, biasanya buah ini diolah menjadi jus dan sirup sehingga dapat semakin dinikmati.

Di Indonesia terdapat dua jenis buah markisa yaitu ungu dan kuning. Markisa berkulit ungu dapat berkembang dengan baik di daerah subtropis dan dataran tinggi tropis. Sementara markisa berkulit kuning dapat beradaptasi di dataran rendah tropis.

Melansir situs Litbang Kementerian Pertanian, Indonesia menduduki urutan ketiga setelah India dan Filipina dalam produksi markisa. Bahkan, markisa dari Indonesia ini juga sudah banyak diekspor ke pasar internasional.

Buah yang nama latinnya Passiflora edulis ini, memiliki habitat dan dapat tumbuh baik pada ketinggian 600-1500 meter di atas permukaan laut. Curah hujan minimal 1200 mm/tahun dan kelembaban antara 80-90 persen. Suhu lingkungan yang dibutuhkan antara 20-30 derajat Celcius dan sedikit berangin.

Baca Juga: Intip Cara Budidaya Buah Markisa yang Kini Semakin Diminati
Mengenal Nectarine, Beserta Segudang Manfaatnya yang Jarang Diketahui

Tanaman markisa juga dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dengan kandungan bahan organik tinggi dan pH antara 6,5-6,7.

Untuk memperbanyak tanaman markisa, Sobat Agri dapat menggunakan dua cara, yaitu secara generatif atau melalui biji dan vegetatif atau stek batang dan sambung pucuk (grafling).

Tanaman induk yang digunakan sebagai bahan perbanyakan dipilih dari tanaman produktif varietas unggul yang telah berumur lebih dari 3 tahun, dalam kondisi sehat dan berpenampilan optimal. Tanaman muda hasil perbanyakan generatif dan vegetatif kemudian ditanam pada polybag (wadah tunggal) dan dipelihara hingga berumur 3-4 bulan bulan.

Video Terkait