Ratusan Petani Situbondo Datangi PG Asembagus Tuntut Kenaikan Harga Tebu

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menggelar unjuk rasa ke Pabrik Gula (PG) Assembagoes Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. (Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Ratusan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menggelar unjuk rasa ke Pabrik Gula (PG) Assembagoes Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Para petani tebu ini menuntut adanya kenaikan harga tebu yang awalnya Rp64.000 menjadi Rp70.000 per kuintal.

Koordinator aksi unjuk rasa ini, Samsul Arifin, mengatakan harga tebu di PG Assembagoes saat ini masih bertahan di harga Rp64.000 per kuintal. Harga ini sama seperti harga tebu di PG Panji yang belum direvitalisasi. 

“Semestinya PG Assembagoes yang sudah direvitalisasi, rendemen atau potensi tebu lebih bagus dibandingkan PG Panji. Tapi ternyata harganya masih berlaku sama,” ungkap Samsul kepada Sariagri, Rabu (3/8/2022).

Selain itu, imbuhnya, petani tebu dari Kecamatan Asembagus, Jangkar, dan Banyuputih ini juga meminta kelancaran pembayaran Sistem Pembelian Tebu (SPT) dan tidak menunggak hingga beberapa pekan seperti yang terjadi saat ini. “Satu lagi yang perlu menjadi perhatian pembayaran Sistem Pembelian Tebu (SPT) karena sekarang sudah empat minggu tebu kami belum dibayar oleh PG,” ucap dia.

Dikonfirmasi terpisah, Plt General Manajer PG Assembagoes, Sugondo menyatakan belum bisa memaksimalkan kapasitas giling 6.000 ton per hari sesuai dengan yang direncanakan.  “Pabrik Gula Assembagoes masih dalam proses penyelesaian proyek. Jadi belum bisa maksimal, masih sampai 4.000 ton tebu per hari,” terang Sugondo.

Menurut Sugondo, manajemen PG Assembagoes belum bisa memenuhi aspirasi petani yang menuntut kenaikan harga tebu menjadi Rp70.000 per kuintal dari harga tebu saat ini Rp64.0000 per kuintal. 

“Kami hanya mampu menaikkan Rp1.000 per kuintal, karena terjadi penurunan rendemen dan kondisi pasar cukup berat. Kami mohon maaf jika naik hingga Rp70.000 per kuintal, pertimbangan kami dengan melihat potensi tebu yang ada, kami hanya bisa menaikkan Rp500 hingga Rp1.000 per kuintal. Jadi, Rp65.000 tawaran kami,” ujarnya.

Baca Juga: Ratusan Petani Situbondo Datangi PG Asembagus Tuntut Kenaikan Harga Tebu
Dukung Swasembada Gula, Batang Siapkan Puluhan Hektare Lahan Tebu

Sugondo berjanji sistem pembayaran tebu lancar, tidak terlambat seperti sekarang ini. Bahkan, ia mengaku sudah bersurat kepada Direktur PTPN XI agar PG Assembagoes mendapatkan perhatian khusus terkait SPT.

“Kami langsung membuat surat khusus ke direksi, agar PG Assembagoes mendapatkan perhatian khusus terkait kelancaran pembayaran tebu,” tandasnya. 

Video Terkait