Gandeng IPB Training, BPDPKS Ingin SDM Sawit di Riau Meningkat

Harga tandan kelapa sawit. (Antara/HO-Disbun Riau)

Editor: M Kautsar - Kamis, 4 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Provinsi Riau menjadi salah satu wilayah dengan luasan perkebunan sawit terbesar di Indonesia. Luasan perkebunan sawit di Riau mencapai 3,38 juta hektare. Angka ini 20,08 persen dari luasan lahan kelapa sawit Indonesia yang mencapai 16,8 juta hektare.

Untuk meningkatkan kemampuan produksi di Riau, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Direktorat Jenderal Perkebunan Provinsi Riau, dan IPB  Training memberi pelatihan ke sejumlah pekebun. Pelatihan ini untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS).

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulfadli mengatakan pelatihan berfokus terhadap penguatan kelembagaan angkatan 1, tahun 2022. Pelatihan ini melibatkan 26 orang pekebun, dengan rincian 11 orang pekebun dari Kabupaten Kampar, dan 15 orang berasal dari Kabupaten Pelalawan.

"Pada pelatihan ini akan diberikan materi terkait dengan pengembangan kelembagaan pekebun. Kemudian dilengkapi pula dengan kunjungan lapang ke Koperasi Unit Desa (KUD) yang dinilai sukses dalam menjalankan kelembagaannya," ujar Zulfadli, diakses dari laman resmi IPB University, Kamis (4/8/2022).

Pelatihan ini dihelat selama 10 hari di Pekanbaru, mulai tanggal 1 hingga 10 Agustus 2022 mendatang. Pelatihan ini menghadirkan narasumber, Dr Lili Dahliani selaku tim narasumber IPB Training.

Zulfadli mengatakan sejumlah materi pelatihan yang disampaikan yaitu, strategi pengembangan kelembagaan pekebun, manajemen kemitraan dan kepemimpinan kelembagaan pekebun. Selain itu pekebun juga memperoleh materi terkait administrasi dan program tabungan, perencanaan ekonomi rumah tangga, dan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan.

Menurutnya, upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani sangat berat, jika melihat luasnya kawasan perkebunan rakyat di Provinsi Riau. Zulfadli menyadari sepenuhnya, bahwa dalam melaksanakan dan menyukseskan pembangunan perkebunan, banyak kendala yang  dihadapi. Menurutnya, diperlukan implementasi konsep-konsep pembangunan untuk mengatasi berbagai kendala, seperti rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan petani.

"Secara bertahap terus diupayakan pemecahannya, antara lain dengan memberikan pelatihan teknis maupun non teknis kepada para petani. Semuanya harus dioptimalkan untuk mewujudkan Riau yang makmur dan sejahtera," harapnya.

Menurut dia, perkebunan kelapa sawit merupakan penggerak utama atau pilar utama ekonomi Riau karena sebarannya yang sangat luas dan melibatkan 823.026 Kepala Keluarga (KK) petani (data tahun 2019).

“Jika asumsi 1 KK terdiri dari 4 orang, maka sekitar 3,37 juta orang menggantungkan hidupnya dari perkebunan, atau sekitar 52,7 persen dari jumlah penduduk di Provinsi Riau yang sebanyak 6,8 juta orang," jelasnya.

Saat ini, sebutnya, program pemerintah tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi di bidang perkebunan, tetapi yang lebih diutamakan adalah peningkatan pendapatan petani.

Video Terkait