Demi Tingkatkan Produktivitas, Persoalan Hulu Sawit Tak Boleh Dilupakan

Ilustrasi kelapa sawit. (Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tanti Malasari - Jumat, 5 Agustus 2022 | 06:30 WIB

Sariagri - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono mengatakan bahwa percepatan hilirisasi hasil kebun sawit sangat penting dilakukan oleh semua stakeholder. Kendari begitu, persoalan di sisi hulu pun tidak boleh dilupakan demi mempercepat hilirisasi.

"Hulu-nisasi penting karena kalau kita lihat petani-petani masih menghadapi berbagai persoalan seperti produktivitas dan juga daya saing. Ini semua memengaruhi terhadap kinerja sawit secara nasional," kata joko dalam Forum Group Discussion dari GAPKI Sumatera Utara, Kamis (4/8).

Joko menyampaikan bahwa semua pihak harus tetap memerhatikan sisi hulu agar produksi sawit mampu berjalan lebih efektif. Tak hanya itu, diperlukan juga kemitraan yang kuat untuk menghubungkan antara hilir dan hulu. Menurutnya, bagian hulu harus ada jembatan dengan kemitraan sehingga mampu mengakses apa yang ada di hilir.

"Dengan kemitraan harusnya petani akan punya harapan untuk meningkatkan produktivitas kebun," paparnya.

Kemudian lewat kemitraan tersebut petani juga diharapkan mendapatkan margin terbaik. Sehingga petani tetap mendapatkan kepastian tataniaga, kepastian offtaker. Sementara perusahaan mendapatkan keuntungan dari kepastian supply, keuntungan dalam keberlanjutan.

Baca Juga: Demi Tingkatkan Produktivitas, Persoalan Hulu Sawit Tak Boleh Dilupakan
Begini Cara Pruning Kelapa Sawit yang Benar Agar Produktivitas Meningkat

"Kemitraan ini saling menguntungkan. KIni juga menjadi sarana menjadi jalan bagaimana petani ikut serta dalam program hilirisasi," tutupnya.

Joko menjelaskan kemitraan penting sebagai jembatan agar pengusaha dan petani saling memberi akses. Dari sisi pengusaha mampu mengakses apa yang ada di hilir, sementara petani bisa meningkatkan produktivitas kebun.

Video Terkait