Gara-gara RI Plin-plan, Malaysia Siap Tikung Ekspor Minyak Sawit ke India

Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Antara

Penulis: M Kautsar, Editor: Yoyok - Kamis, 4 Agustus 2022 | 20:00 WIB

Malaysia siap memenuhi permintaan minyak sawit India karena sikap Indonesia yang tidak konsisten akibat perubahan kebijakan ekspor minyak sawit. Tak hanya India, negara-negara pengimpor minyak sawit lain juga merasakan ketidakkonsistenan Indonesia.

Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas (MPIC) Malaysia Datuk Zuraida Kamaruddin mengatakan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, kebijakan ekspor minyak sawit Indonesia telah menciptakan ketidakpastian pasar di negara-negara pengimpor utama seperti India.

“MPIC akan meningkatkan upaya untuk mempromosikan minyak sawit Malaysia, tidak hanya di India tetapi di seluruh dunia, termasuk pasar non-tradisional sejalan dengan kampanye 'Gerakan Global untuk Juara Kebaikan Minyak Sawit'," kata Zuraida, dikutip dari Malay Mail, Kamis (4/8/2022).

Zuraida, mengutip presiden Asosiasi Produsen Minyak Nabati India (IVPA) Sudhakar Desai, mengatakan Malaysia telah menjaga kebijakannya terkait perdagangan minyak sawit secara stabil. Walhasil mampu memenuhi permintaan India selama periode larangan ekspor minyak sawit Indonesia.

“Sudhakar mengatakan bahwa rantai pasokan Malaysia yang baik memainkan peran penting dalam keamanan minyak nabati untuk permintaan India dalam dua bulan terakhir,” tambahnya.

Keyakinan India terhadap Malaysia sebagai produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia dan sebagai pemasok tepercaya semakin diperkuat oleh nota kesepahaman yang ditandatangani antara IVPA dan Malaysian Palm Oil Council (MPOC) di Malaysia International Agricommodity Expo & Summit 2022 baru-baru ini.

MoU tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara India dan Malaysia dalam industri minyak sawit, meningkatkan kerjasama untuk mempromosikan industri minyak sawit India, bertukar informasi yang berkaitan dengan upaya keberlanjutan serta dalam penelitian dan pengembangan minyak sawit.

“Untuk tujuan ini, saya berbagi sentimen dengan presiden IVPA Sudhakar yang yakin bahwa asosiasi dan MPOC dapat menangani isu-isu terkait kebijakan yang dinamis dengan masing-masing pembuat kebijakan untuk kepentingan industri di kedua negara,” tegasnya.

IVPA memperkirakan impor minyak sawit India dari Malaysia akan tetap stabil pada paruh kedua tahun 2022, mencapai sekitar 55 persen dari total impor minyak sawit India. Meskipun ada langkah Indonesia untuk mempercepat ekspor minyak sawit belakangan ini.

Dilaporkan bahwa IVPA selanjutnya memperkirakan lonjakan permintaan ke wilayah 800.000 ton per bulan selama enam bulan ke depan atau peningkatan sekitar 20 persen dari paruh pertama tahun 2022.

Video Terkait