Tak Kalah dengan Sawit, Petani Kakao Menjerit Ingin Harga Membaik

Ilustrasi memetik buah kakao (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Ketika dihantam pandemi Covid-19, petani Kakao menghadapi dilema, antara beralih ke sawit. Namun, melihat situasi saat ini, petani kakao di wilayah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan menginginkan harga kakao semakin membaik.

Sejak tahun lalu petani kakao tetap bertahan, meski harga yang tidak seimbang dengan biaya produksi.

"Kami berharap harga kakao kembali membaik di kisaran Rp35 ribu per kilogram biji, sehingga tidak kalah dengan harga sawit di lapangan," kata petani kakao sekaligus pembina petani.

Menurut Cocoa Doctor ini, harga kakao kering setelah melalui proses fermentasi di lapangan rata-rata dibeli jauh di bawah Rp35 ribu per kilogram. Sementara harga kakao basah tanpa proses pengeringan dan fermentasi, rata-rata dibeli pihak perusahaan coklat yakni PT Mars di wilayah Luwu Timur dan Luwu Utara Rp12.500 per kilogram.

"Jika dibandingkan menjual basah dan kering itu, petani lebih untung jika menjual kakao setelah panen, karena hemat tenaga dan waktu untuk mengeringkan biji kakao itu," paparnya.

Petani Kakao Diajak untuk Tingkatkan Kualitas

Cocoa Doctor, Suardi menilai kualitas produksi sangat menentukan harga di lapangan. Karena itu ia mengajak petani meningkatkan kualitas tanpa pengabaikan kuantitas juga.

"Salah satu upaya tersebut melalui pemeliharaan tanaman dengan baik, pemupukan yang berimbang dan pengembangan tanaman kakao ke depan,"ujarnya.

Selain itu Suardi juga menambahkan, cara lain untuk meningkatkan kesejahteraan petani kakao dengan pengembangan bibit unggul tanaman. Ia mengatakan, untuk pengembangan bibit tanaman kakao itu, pihaknya mengajarkan teknik sambung samping dan sambung pucuk kepada petani setelah belajar sebelumnya di CDC Tarengge binaan PT Mars.

Baca Juga: Tak Kalah dengan Sawit, Petani Kakao Menjerit Ingin Harga Membaik
PTPN Akan Fokus pada Gula dan Sawit, Ini Alasannya

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur, Amrullah mengatakan, secara berkala memberikan pelatihan agribisnis kepada petani, baik petani kakao maupun sawit.

"Pelatihan itu sangat berguna bagi sektor pertanian ke depan dan akan terus dilakukan guna meningkatkan SDM penyuluh pertanian dan petaninya,"pungkasnya.

Video Terkait