Jangan Sampai Salah! Begini Cara yang Tepat dalam Memetik Daun Teh

Ilustrasi Daun Teh (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Tanti Malasari - Rabu, 10 Agustus 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Memetik daun teh memang terlihat mudah untuk dilakukan. Padahal pekerjaan ini butuh ketelitian dan kejelian si pemanen. Memanen daun teh yang benar dilakukan dengan cara memetik bagian pucuk daunnya.

Jika sembarangan, tentu akan membuat produksi tanaman teh tidak berkelanjutan. Penting untuk kamu, cara memetik daun teh ditentukan oleh kecepatan pembentukan tunas.

Dari kecepatan tersebut akan diketahui jenis pemetikan, jenis petikan, daur petikan, areal petik, tenaga petik, dan pelaksanaan pemetikan yang tepat.

Sebenarnya ada cara memetik daun teh yang ditentukan oleh kecepatan pembentukan tunas dan juga membuat hasil teh menjadi lebih berkualitas.

1. Jenis pemetikan

Jenis pemetikan daun teh terbagi menjadi dua, ada pemetikan jendangan dan pemetikan produksi.

Pemetikan jendangan merupakan pemetikan yang dilakukan pada tahap awal setelah tanaman dipangkas. Pemetikan ini bertujuan membentuk bidang petik yang lebar dan rata dengan ketebalan lapisan daun.

Tinggi pemetikan jendangan dari bidang pemangkasan bergantung pada tinggi rendahnya pangkasan. Biasanya, pemetikan jendangan dilakukan sebanyak 6–10 kali petikan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemetikan produksi.

Untuk pemetikan produksi, pengambilan pucuk pada bagian tanaman teh dan dapat dilakukan secara terus-menerus dengan jenis petikan tertentu sampai pangkasan dilakukan.

Pada proses pemetikan produksi, ada bagian daun yang ditinggalkan. Berdasarkan daun yang ditinggalkan, pemetikan produksi terbagi menjadi tiga, yakni pemetikan ringan, pemetikan sedang, dan pemetikan berat.

2. Jenis petikan

Jenis petikan terbagi menjadi tiga, yakni petikan halus, petikan medium, dan petikan kasar.

Petikan halus dilakukan apabila yang dihasilkan terdiri atas pucuk peko dengan satu daun atau pucuk burung dengan satu daun yang muda.

Jenis petikan selanjutnya adalah petikan medium yang dilakukan ketika pucuk yang dihasilkan terdiri atas pucuk peko dengan dua daun, tiga daun muda, serta pucuk burung dengan satu, dua, atau tiga daun muda.

Adapun petikan kasar dilakukan ketika pucuk yang dihasilkan terdiri atas pucuk peko dengan empat daun atau lebih dan pucuk burung dengan beberapa daun tua.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Begini Cara yang Tepat dalam Memetik Daun Teh
Ternyata Ini Rahasia Teh Jepang Populer di Dunia

3. Daur petikan dan areal petikan

Kecepatan pertumbuhan pucuk dipengaruhi oleh umur pangkas, elevasi atau ketinggian tempat, iklim, serta kesehatan tanaman.

Sementara itu, untuk pengaturan areal petikan harus mempertimbangkan keseragaman pucuk yang dihasilkan setiap hari dengan komposisi pucuk dari umur pangkas yang seimbang, mulai dari umur pangkas pada tahun pertama, kedua, ketiga, hingga keempat.

Video Terkait