Sejarah Tembakau Deli, Jenis Tembakau Indonesia yang Sangat Melegenda

Ilustrasi tembakau (Flickr)

Editor: Tanti Malasari - Selasa, 23 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Tembakau Deli adalah komoditas perkebunan asli Indonesia. Sesuai namanya, tembakau ini berasal dari daerah Deli, Sumatera Utara. Tembakau ini sempat melegenda karena pernah mencetak sejarah tembakau yang ada di dunia.

Alasan utamanya yaitu karena tembakau ini memiliki aroma yang sangat harum. Berkat keharumannya, tembakau ini begitu dikenal dan menjadi hasil bumi kebanggaan warga di Tanah Deli.

Sejarah Tembakau Deli

Awal mulanya, pada tahun 1865 - 1891perkebunan tembakau Deli di Sumatera Timur, mulai melambung tinggi. Hal ini tidak lepas dari peran seorang warga Belanda, bernama Jacob Nienhuis. Pada tahun 1865, ia mampu menjual 189 bal daun tembakau dengan mudah di Eropa dengan harga yang sangat tinggi dan kualitas yang baik.

Hingga akhirnya, negara kincir angin ini pun menanam tembakau di Sumatera Timur dengan Badan Usaha Dagang Belanda (Nederlandshe Han Deli Maatschappij) milik Raja Willem I, dan menanam saham pada perkebunan Nienhuis tahun 1869.

Kala itu tanaman tembakau yang diusahakan masyarakat setempat masih dalam skala kecil sehingga tidak memberikan keuntungan besar. Namun berkat Jacob Nienhuis, seorang pekerja perkebunan Belanda di Surabaya, membuat tembakau ini berkembang pesat.

Seiring populernya tembakau ini, membuat Pemerintah Hindia Belanda membuka kesempatan bagi para pengusaha Eropa untuk menanamkan modal di Deli, Sumatera Timur. Hal ini semakin kuat dengan adanya Undang-Undang Agraria tahun 1870. Undang-undang itu memberi peluang membuka lahan perkebunan seluas-luasnya di Deli Sumatera Timur.

Namun jumlah perusahaan yang menanam tembakau Deli juga mengalami pasang surut. Pada tahun 1889, terdapat 170 perkebunan tembakau di Deli. Pada tahun 1914, tercatat hanya 101 perkebunan tembakau. Pada tahun 1930, Jumlah perkebunan tembakau semakin berkurang menjadi 72 perkebunan.

Pada tahun 1940, jumlah perusahaan berkurang menjadi 43 perkebunan tembakau. Pada tahun 1949, Setelah PD II, berkurang menjadi 30 perkebunan tembakau. Pada tahun 1952, perusahaan tembakau semakin berkurang menjadi 25 perkebunan. Pada tahun 1954, hanya terdapat 22 perkebunan tembakau. Pada tahun 1957, tersisa hanya 12 perkebunan tembakau.

Baca Juga: Sejarah Tembakau Deli, Jenis Tembakau Indonesia yang Sangat Melegenda
Potensi Komoditas Tembakau Lampung Barat, Harganya Rp150 Ribu per Kilogram

Hingga akhirnya pada tahun 1957, perusahaan milik bangsa Belanda diambil alih oleh Pemerintah Indonesia termasuk perkebunan Tembakau Deli di Sumatera Timur. Berdasarkan peraturan Pemerintah RI No. 14, pada tahun 1968 Perusahaan Tembakau tersebut dikelola oleh PTP IX dan sekarang bernama PT. Perkebunan Nusantara II.

Saat ini pemerintah Indonesia, telah menetapkan Tembakau Deli menjadi tanaman “cagar budaya” (Heritage) sehingga kelestariannya harus tetap dijaga dan bisa dikelola dengan sebaik-baiknya.

Video Terkait