Targetkan Rp10 Triliun, Subholding PTPN Akan Melantai di IHSG Tahun Depan

Tandan buah segar kelapa sawit milik petani di Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. (Antara/Ferri)

Editor: M Kautsar - Selasa, 23 Agustus 2022 | 13:45 WIB

Sariagri - Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) akan membuka penawaran umum saham perdana (IPO) pada 2023. Proses IPO dilakukan setelah pembentukan subholding kelapa sawit PalmCo rampung pada tahun ini.

Direktur Utama PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan proses pembentukan PalmCo paling lambat selesai pada Oktober 2022. “Mengingat pembentukan subholding itu membutuhkan peraturan pemerintah,” kata Abdul, dikutip dari Antaranews, Selasa (23/8/2022). 

PalmCo menjadi salah satu proyek strategis nasional. Pembentukan PalmCo agar BUMN berperan lebih dalam usaha kelapa sawit dan turunannya.

Proses persiapan IPO PalmCo diharapkan selesai pada kuartal II atau III tahun 2023.

PTPN berharap proyeksi perolehan IPO PalmCo bisa mencapai Rp5 triliun hingga Rp10 triliun.

Dalam upaya penanggulangan permasalahan kelapa sawit nasional pada tahun 2021, PTPN hanya memegang peran atas 2,67 juta ton atau 6 persen CPO Nasional. Sedangkan untuk produksi minyak goreng nasional sekitar 460 ribu ton atau dua persen.

Selain itu, Indonesia memiliki potensi CPO kelapa sawit mencapai 52 juta ton CPO per tahun dengan 40 persen kepemilikan petani kecil. Potensi yang besar untuk hilirisasi dan industrialisasi pemanfaatan CPO harus dilakukan.

Video Terkait