Stok CPO Malaysia Lampaui 2 Juta Ton, Pertama dalam Dua Tahun

kebun sawit di Malaysia. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Yoyok - Senin, 5 September 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Stok minyak sawit (crude palm oil/CPO) Malaysia pada akhir Agustus dikabarkan membengkak di atas 2 juta ton. Jumlah ini  untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, terangkat lonjakan produksi.

Menurut estimasi median dari sembilan trader dan analis yang disurvei Reuters, persediaan CPO Malaysia melonjak 14,5 persen dari bulan sebelumnya menjadi 2,03 juta ton, level tertinggi sejak April 2020 

Survei Reuters yang dirilis di Kuala Lumpur, Senin (5/9), menyebutkan output di produsen CPO terbesar kedua di dunia itu melejit 8 persen menjadi 1,7 juta ton, mencapai level tertinggi dalam 10 bulan.

Agustus, awal puncak musim produksi, akan menjadi bulan produksi terbaik, didukung hujan yang menawarkan kelembaban tanah yang cukup dan meningkatkan hasil panen, kata Sathia Varqa, pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura.

"Kenaikan produksi September akan melihat perlambatan karena hasil panen membutuhkan waktu untuk pulih kembali," papar dia.

Sementara itu, ekspor turun 0,14 persen menjadi 1,32 juta ton di tengah meningkatnya persaingan harga dengan kompetitor yang lebih besar, Indonesia.

Baca Juga: Stok CPO Malaysia Lampaui 2 Juta Ton, Pertama dalam Dua Tahun
Petani Sawit Bakal Rugi Rp11,7 Triliun Akibat Larangan Ekspor CPO

Perkiraan oleh surveyor kargo berkisar dari penurunan 3 persen hingga kenaikan 1,6 persen, karena pengiriman ke China dan Uni Eropa meningkat tetapi pembeli utama India memperlambat laju pembelian.

“Lonjakan stok tersebut tercermin dari tren harga pada Agustus,” kata William Simadiputra, analis DBS Vickers Securities di Jakarta.

Kontrak acuan CPO Malaysia anjlok 3,4 persen pada Agustus, penurunan bulanan keempat berturut-turut.

Dewan Minyak Sawit Malaysia ( MPOB ) dijadwalkan untuk merilis datanya pada 12 September.

Video Terkait