Mengenal Buah Menteng, Si Asam yang Sudah Langka

Ilustrasi buah menteng. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 15 September 2022 | 15:15 WIB

Sariagri - Buah menteng mungkin sudah jarang terdengar sekarang ini. Namun, buah yang identik dengan rasa asam ini banyak manfaatnya lho.

Melansir Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, menteng atau yang dikenal kepundung merupakan tanaman liar yang hidup di hutan tropika basah.

Hidup di iklim tropis, tak heran buah ini banyak tersebar di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku. Sealin itu, buah menteng tersebar di Thailand dan Semenanjung Malaysia.

Ketinggian pohon ini mencapai 15-25 cm. Batangnya bertekstur halus dan bersisik, bersemu oranye dengan percabangan keras.

Sedangkan buah menteng bertipe kapsul dengan diameter 2-2,4 cm. Warnanya hijau kekuning-kuningan atau hijau kemerah-merahan saat matang.

Biji dalam buahnya berwarna putih, kuning atau merah. Pohon ini berbuah sepanjang tahun.

Cara menanam pohon menteng bisa di ketinggian hingga 1100 meter di atas permukaan laut. Selain itu, cara menanam pohon menteng juga berkaitan dengan suhu yang mencapai 21-28 derajat Celcius dan dapat beradaptasi di suhu 14-34 derajat.

Baca Juga: Mengenal Buah Menteng, Si Asam yang Sudah Langka
Intip Cara Budidaya Buah Markisa yang Kini Semakin Diminati

Cara menanam pohon menteng juga terkait pada tanah yang dibutuhkan yakni tanah aluvial berpasir atau berlempung.

Kandungan dalam buah ini cukup bagus. Buah menteng mengandung energi, protein, karbohidrat dan lemak. Menteng juga mengandung kalsium, fosfor dan zat besi.

Selain itu, buah menteng mengandung vitamin A dan C. Kandungan yang kaya dalam buah ini membuatnya bermanfaat untuk tubuh.

Video Terkait