Bukan Jawa, Ini 5 Daerah yang Jadi Produsen Cokelat Terbesar di Indonesia

Ilustrasi tanaman kakao (Pixabay)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 20 September 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Coklat adalah salah satu makanan yang banyak penggemarnya. Rasa manis yang terdapat pada coklat ini membuat orang tak ingin berenti memakannya.

Perlu diketahui, cokelat yang biasa dimakan ini berasal dari pohon kokoa. Meskipun tidak dapat dimakan secara langsung, komoditas yang satu ini dapat dijadikan menjadi berbagai macam olahan makanan.

Daerah penghasil cokelat terbesar di Indonesia

Begitu banyak olahan makanan yang menggunakan coklat, membuatnya menjadi salah satu komoditi penting. Tidak heran jika hasil panen coklat cukup diandalkan di negara kita.

Dari sejumlah provinsi yang ada di Tanah Air, ada beberapa daerah yang dikenal sebagai penghasil coklat terbesar di Indonesia. Namun hampir sebagian besarnya berada di Pulau Sulawesi. Lantas daerah lain mana saja yang mampu menghasilkan coklat, yuk simak di bawah ini.

1. Sulawesi Tengah (128.198 ton)

Urutan pertama ditempati oleh Sulawesi Tengah. Di tahun 2019, provinsi yang beribukota di kota Palu ini, berhasil menyalip Sulawesi Tenggara yang sempat memimpin perkebunan coklat, dengan menghasilkan sekitar 127,669.

Jumlah ini ternyata terus meningkat di tahun 2020. Hal ini terbukti dari jumlah penghasilan coklatnya sebanyak 128.198 ton.

Hal ini tak lepas dari peran para petani-petani di daerah Sulawesi Tenggara, yang sudah banyak yang memahami teknik fermentasi, sehingga proses pembuatan coklat yang memerlukan fermentasi dari biji kakao pun sudah biasa bagi petani di daerah ini.

2. Sulawesi Tenggara (126.983 ton)

Pada tahun 2020, provinsi yang beribukota di Kendari ini diketahui mampu menghasilkan kakao sebesar 126.983 ton. Jumlah tersebut harus mengantarkan Sulawesi Tenggara menjadi daerah penghasil coklat di Indonesia yang tergeser menjadi urutan kedua.

Hal ini karena penghasilan coklat dari Sulawesi Tenggara mengalami penurunan dari 137.737 ton di 2019. Meski begitu, sebenarnya pertumbuhan perkebunan coklat di daerah ini cukup baik yakni 32,59 persen.

3. Sulawesi Selatan (108.983 ton)

Masih dari pulau yang sama, selanjutnya yang menjadi daerah penghasil coklat terbesar ketiga di Indonesia adalah provinsi Sulawesi Selatan. Di tahun 2020, provinsi ini berhasil memproduksi kakao berkisar 108.983 ton.

Jumlah ini memang mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Di tahun 2019, provinsi beribukota Makassar ini menghasilkan 118,775 ton kakao.

Namun sebenarnya pertumbuhan perkebunan kakao di provinsi ini bisa dikatakan cukup baik dalam beberapa tahun terakhir yakni sekitar 24.46 persen.

4. Sulawesi Barat (65.645 ton)

Belum pindah ke pulau seberang, posisi keempat penghasil kakao yaitu provinsi Sulawesi Barat. Meski jumlah kakao yang di daerah ini tidak sebesar tiga provinsi tetangga sebelumnya, namun provinsi ini masih tetap bertahan untuk berada di dalam 5 besar penghasil kakao di Indonesia.

Pada tahun 2020 saja, provinsi yang beribukota di Mamuju ini menujukkan hasil yang memuaskan dengan mampu memproduksi 65.645 ton kakao.

Hasil di tahun 2020 ini memang menurun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana dapat mencapai angka lebih dari 70.000 ton. Meski begitu, perlu diketahui, pertumbuhan kakao di beberapa tahun terakhir terbilang masih cukup baik yakni 32,12 persen.

5. Lampung (58,176 ton)

Urutan kelima yang menjadi produsen coklat di Indonesia adalah Lampung. Secara mengejutkan provinsi ini diam-diam berhasil menyalip Sumatra Barat, yang juga dikenal sebagai daerah penyumbang kakao terbesar dari pulau Sumatra.

Baca Juga: Bukan Jawa, Ini 5 Daerah yang Jadi Produsen Cokelat Terbesar di Indonesia
Peluang Ekspor Terbuka Luas, Petani Cokelat Harus Diberi Pelatihan

Tahun 2020, Lampung dapat menghasilkan coklat sebanyak 58.176 ton. Meski alami penurunan namajn jumlah ini sudah cukup membuat Lampung menjadi provinsi kelima penghasil kakao terbesar di Indonesia.

Selain itu pertumbuhan hasil perkebunan ini juga bisa dikatakan cukup impresif di beberapa tahun terakhir. Tercatat provinsi ini memiliki pertumbuhan sebesar 67,17 persen. Angka ini menunjukan konsistensi Lampung di komoditas coklat nasional.

Video Terkait