Mengenal Jenis-jenis Karet yang Umum Dimanfaatkan Manusia

Menyadap karet alam (Pixabay/Abhilash Jacob )

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Senin, 26 September 2022 | 14:45 WIB

Sariagri - Pada dasarnya karet terbagi menjadi dua jenis yaitu karet alam dan karet sintentis atau dikenal juga sebagai karet buatan. Untuk karet buatan sendiri memiliki beberapa jenis-jenis yang cukup bervariasi.

Untuk mengenal lebih dalam tentang karet, di bawah ini adalah penjelasan dari karakteristis karet alami dan juga karet buatan. Pada setiap jenis-jenisnya, karet ini hanya cocok dan diperuntukkan untuk pembuatan bahan baku produk tertentu dengan perlakuan tertentu pula.

Jenis-jenis karet yang dimanfaatkan manusia

1. Karet alam

Sesuai namanya, karet ini berasal dari alam yaitu getah dari pohon karet atau Hevea brasiliensis. Getah ini kemudian diolah menjadi lateks. Karakteristik utama dari karet alami yakni memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna, nemiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah.

Selain itu karet alami dikenal mempunyai daya aus yang tinggi, tidak mudah panas dan kuat terhadap keretakkan, bisa dibentuk dengan panas yang rendah, serta memiliki daya lengket yang tinggi terhadap berbagai bahan.

Tidak hanya itu, produk yang dibuat dari karet alam diketahui tahan terhadap sobekan, abrasi, gesekan, suhu ekstrim, dan gelombang air. Jenis karet ini biasanya digunakan sebagai bahan pembuat marine fender, bearing pad, perekat, lantai dan atap, sarung tangan, insulasi, dan ban.

2. Karet Neoprene

Karet neoprene atau dikenal juga dengan chloroprene merupakan salah satu jenis karet sintetis tertua dibandingkan dengan karet sintetis lainnya.

Jenis karet ini dikenal memiliki daya tahan yang tinggi terhadap pembakaran, korosi, dan degradasi. Keunggulan inilah yang menjadikan karet neoprene dimanfaatkan sebagai bahan dasar yang baik dan sempurna untuk perekat dan pelapis tahan korosi.

Diketahui juga, karet ini memiliki kemampuan dalam mempertahankan sifat mekanik yang baik terhadap rentang suhu yang luas. Umumnya karet ini banyak digunakan dalam gasket bertekanan tinggi, belt, serta seal jendela dan pintu.

3. Karet Silikon

Karet silikon atau nama lainnya polysiloxane adalah jenis karet yang dikenal memiliki kelenturan, biokompatibilitas (mudah menyesuaikan dengan bentuk anggota tubuh manusia).

Selain itu ketahanannya juga kuat terhadap suhu ekstrem, api, ozon, dan radiasi ultraviolet. Biasanya karet silikon tersedia dalam bentuk padat dan cair dalam berbagai warna.

Karakteristiknya sangat mudah menempel, sehingga membuatnya cocok dibuat sebagai produk yang menuntut biokompatibilitas seperti sarung tangan, masker pernapasan, implan, dan produk medis lainnya.

Tak hanya sampai disitu, karet silikon ini banyak digunakan dalam pembuatan produk yang tahan terhadap bahan kimia seperti item perawatan bayi, aplikator kosmetik, dan wadah serta instrumen makanan.

4. Karet Nitrile

Karet Nitrile atau karet Buna-N atau juga nitrile butadiene rubber (NBR) adalah jenis karet yang memiliki beberapa sifat mekanik dan kimia berupa ketahanan terhadap tekanan, panas, minyak dan gas, dan keausan.

Sifat-sifat yang dimiliki ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam pembuatan produk gasket dan seal otomotif, cincin-O, dan selang mesin.

Bahkan karet ini juga dimanfaatkan sebagai bahan produk medis (misalnya, sarung tangan bedah). Hal ini didukung karena karet ini tidak memiliki protein alergi dari karet berbasis lateks.

5. Karet EPDM

Karet ethylene propylene diene monomer (EPDM) merupakan salah satu jenis karet sintetis. Karet ini memiliki daya tahan yang sangat baik, tahan terhadap kerusakan dan degradasi dari suhu dan kondisi cuaca ekstrem.

Sifat tersebur menjadikannya karet yang cocok untuk digunakan di bagian dan produk luar ruangan, seperti pelapis atap, selang, dan seal. Selain itu, karet ini juga bersifat meredam kebisingan sehingga banyak dijadikan sebagai produk unggulan yang digunakan dalam komponen sistem mobil.

6. Karet Styrene-Butadiene (SBR)

Selanjutnya ada karet stirena-butadiena (SBR), salah satu karet sintesis yang memiliki ketahanan terhadap abrasi, alkohol, tekanan, dan air yang membuatnya sangat ideal untuk dimanfaatkan dalam segel yang terintegrasi ke dalam sistem rem hidrolik. Jenis karet ini biasanya dimanfaatkan sebagai bantalan, fender, gasket, dan sol sepatu.

7. Karet Butyl

Karet butyl atau isobutilena isoprena merupakan karet sintesis yang memiliki keunggulan akan tingkat kekedapan gas yang tinggi. Dengan demikian, jika dikombinasikan dengan fleksibilitas bahan yang sangat baik, maka membuatnya ideal untuk pembuatan komponen kedap udara, seperti ban dalam, bola olahraga, dan seal.

Selain itu, butyl ini merupakan senyawa cair, yang banyak digunakan sebagai aditif pada bahan bakar solar dan minyak bumi.

Baca Juga: Mengenal Jenis-jenis Karet yang Umum Dimanfaatkan Manusia
Didominasi Sumatera, Ini 5 Daerah Penghasil Karet Terbesar di Indonesia

8. Karet Fluorosilicone

Karet fluorosilicone atau dikenal juga dengan nama FVMQ merupakan karet yang unggul dalam menahan suhu ekstrem (-73C hingga 177 C), cairan transmisi, minyak bumi dan bahan bakar, pelumas sintetis, api, dan ozon.

Keunggulan itulah yang membuat karet fluorosilicone ini dijadikan sebagai bahan komponen yang baik untuk sistem bahan bakar pesawat terbang dan aplikasi industri khusus lainnya.

Video Terkait