Pekebun Lada Dapat Bantuan Pestisida dari Kementan

Ilustrasi- Biji lada hitam kering. (Antara/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 29 September 2022 | 20:45 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Direktorat Jenderal Perkebunan memberikan bantuan sebanyak 2.700 liter pestisida nabati kepada pekebun lada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), untuk pengendalian busuk pangkal batang lada.

"Bantuan sebanyak 2.700 liter pestisida nabati ini sudah kami serahkan kepada 14 kelompok tani (poktan) di Kabupaten Berau untuk dimanfaatkan pada kebun lada seluas 300 hektare milik mereka," ujar Kepala UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim Sopian di Samarinda, Kamis (29/9/2022).

Pestisida nabati ini diberikan karena menyesuaikan dengan peraturan pemerintah, yakni mengenai kebijakan menerapkan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang menekankan pada pendekatan ekologi dengan memprioritaskan pengendalian hama yang aman terhadap lingkungan.

Menurutnya, alasan penggunaan bahan dari tumbuhan karena tidak mencemari lingkungan dan dapat dipadukan dengan konsep PHT, apalagi pemanfaatan bahan alami ini mempunyai peluang untuk dikembangkan sendiri oleh petani.

Petani, katanya, bisa memproduksi pestisida nabati sendiri karena mudah dibuat, kemudian bahannya mudah didapat dan murah, seperti bawang putih yang direndam air selama 24 jam, dicampur sedikit detergen, langsung bisa disemprotkan ke tanaman yang diganggu hama.

Menurut Sopian, bantuan pestisida nabati disambut gembira petani, karena selain mereka mendapat perhatian, pestisida tersebut juga aman bagi kesehatan dan kelestarian lingkungan, karena tidak meninggalkan residu pada buah atau tanaman.

Baca Juga: Pekebun Lada Dapat Bantuan Pestisida dari Kementan
Jamin Ketersediaan Pangan, Begini Cara Kementan Sisasati Keterbatasan Sawah

"Pemanfaatan bahan dari tumbuhan sebagai pestisida, dewasa ini sudah berkemban dan banyak penggunanya. Bahkan produksi pestisida nabati sudah dilakukan secara modern, seperti dengan metode penyulingan, kemudian dikemas secara modern," kata Sopian.

Ia melanjutkan, dalam upaya mewujudkan perkebunan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan, maka pekebun diajak menggunakan pupuk dan obat-obatan alami, bahkan mendorong pekebun memproduksi sendiri karena bahan yang diperlukan mudah didapat.

Video Terkait