Lebih dari Setengah Spesies Tanaman Palem di Dunia Terancam Punah

Ilustrasi pohon palem. (pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 3 Oktober 2022 | 13:15 WIB

Sariagri - Sulit membayangkan dunia tanpa pohon palem. Anggota keluarga Arecaceae ini tidak hanya dimanfaatkan karena hasil buahnya, tapi juga sebagai tanaman hias dan peneduh. Tak hanya manusia, spesies lainpun banyak mendapatkan manfaat dari keluarga pohon palem.

Sebuah studi baru dari tim peneliti dari Royal Botanic Gardens (RBG), Kew; Universitas Zurich; dan University of Amsterdam yang diterbitkan di Nature Ecology & Evolution Monday, memperingatkan bahwa lebih dari setengah spesies palem di dunia kemungkinan besar terancam punah.

"Palem adalah kelompok tanaman paling ikonik di daerah tropis dan salah satu yang paling berguna juga,” kata penulis studi dan peneliti senior Universitas Zurich Dr. Rodrigo Cámara-Leret dalam siaran pers RBG, Kew, yang dibagikan kepada EcoWatch.

Mengapa palem penting?

Mengutip data PlantSnap, ada sekitar 2.600 spesies tanaman palem yang dikenal di dunia. Tanaman ini biasanya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, dan tanaman ini memainkan peran ekologis yang sangat penting.

"Di beberapa hutan hujan tropis, palem termasuk di antara keluarga tumbuhan yang dominan, yang berarti bahwa mereka berkontribusi secara signifikan untuk menyimpan karbon dan fungsi umum ekosistem hutan," kata pemimpin penelitian Dr. Sidonie Bellot.

Tanaman palem juga menyediakan habitat dan nutrisi bagi hewan dan jamur, termasuk koloni semut. Buah pohon palem juga memberi makan lusinan spesies burung dan mamalia.



Hubungan antara manusia dan keluarga Arecaceae sudah terjadi sejak 5.000 tahun yang lalu di jaman Mesopotamia kuno, di mana manusia menanam pohon kurma untuk makanan dan tujuan keagamaan, menurut PlantSnap. Alkitab merujuk palem 30 kali dan Quran setidaknya 22 kali. Dalam mitologi India, pohon kelapa dianggap sebagai "pohon yang menyediakan semua kebutuhan hidup," menurut earthstoriez.

Namun beberapa tahun terakhir, hubungan manusia dan palem telah memburuk. "...perubahan penggunaan, terutama deforestasi dan fragmentasi hutan, meningkatkan risiko kepunahan palem dengan mengurangi ukuran populasinya," kata Bellot.

Ancaman potensial lainnya adalah penggunaan berlebihan beberapa spesies tanaman palem, serangan penyakit dan krisis iklim.

Separuh spesies terancam

Dengan metode penelitian yang mereka miliki, para peneliti mencatat total 1.889 spesies palem yang ada, dan mereka menyimpulkan bahwa 56 persen dari spesies ini kemungkinan besar terancam, dengan total lebih dari 1.000 pohon palem yang terancam.

"Secara keseluruhan, kami menunjukkan bahwa ratusan spesies dari keluarga palem ini menghadapi kepunahan, beberapa diantaranya mungkin tak tergantikan, setidaknya secara lokal," para penulis penelitian menyimpulkan.

Baca Juga: Lebih dari Setengah Spesies Tanaman Palem di Dunia Terancam Punah
ReNature Kembangkan Model Agroforestri Regeneratif



Salah satu spesies tanaman palem yang terancam adalah pohon kelapa sawit. Para peneliti mengatakan, konservasi kelapa sawit harus segera dilakukan terutama di daerah Madagaskar, Nugini, Filipina, Hawaii, Kalimantan, Jamaika, Vietnam, Vanuatu, Kaledonia Baru dan Sulawesi.

Tindakan konservasi harus dilakukan karena di lokasi-lokasi tersebut terdapat lebih dari 40 persen spesies berbeda secara evolusioner, berbeda secara fungsional dan/atau secara umum. Tindakan konservasi diperlukan untuk menghindari dampak besar pada proses ekosistem terkait tanaman palem dan mata pencaharian manusia dalam beberapa dekade mendatang.

Video Terkait