Lampung: Standarisasi Mutu Kopi Perlu Rumah Kurasi Produk

Berita Perkebunan - Ilustrasi kopi dari kotoran gajah (antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung menyatakan, untuk menjaga standarisasi mutu produk kopi di daerahnya perlu dibangun rumah kurasi produk.

"Tadi telah dilakukan diskusi antara pengusaha, eksportir dengan IKM serta petani kopi dan ada satu hal yang menjadi salah satu fokus dalam pengembangan produk kopi Lampung yaitu menjaga standarisasi mutu," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Elvira Umihanni, di Bandarlampung, Selasa.

Menurutnya, guna menjaga agar standarisasi mutu produk kopi Lampung dapat terus terjaga perlu pula dibangun rumah kurasi produk.

"Keinginannya kita bisa memiliki rumah kurasi produk sehingga, nanti di situ ada proses kurasi semua produk agar memiliki kualitas yang sesuai standar," jelasnya.

Ia menyampaikan, sebelumnya mengenai standarisasi produk kopi Lampung telah tertera dalam Peraturan Gubernur Lampung tahun 2015, namun perlu perbaikan sesuai perkembangan dan inovasi produk kopi Lampung saat ini.

"Di Peraturan Gubernur tersebut memang belum mengakomodir standarisasi produk kopi bubuk karena pada masa itu produk kopi Lampung masih produk biji, dan komposisi ekspor masih 90 persen namun saat ini kita kurangi menjadi 70 persen agar pasar domestik pun kebagian," ucap dia.

Lebih lanjut, ia menerangkan dengan adanya rencana untuk memperbaiki dan menyusun kembali standarisasi produk kopi, terutama kopi bubuk menjadi pelengkap untuk mengawali penggunaan sistem kurasi pada produk di daerah.

"Nantinya akan muncul produk-produk kopi Lampung yang unggul bila bisa terus menerapkan sistem kurasi, dimana nanti ada produk yang bisa direkomendasikan oleh Pemda. Serta nanti pada produk tersebut wajib mencantumkan logo kopi robusta Lampung di kemasan untuk menunjukkan identitas produk. Jadi rumah kurasi ini jadi tempat menjaga kualitas produk kopi Lampung," kata dia lagi.

Sebagai tambahan informasi, sebelumnya dalam kegiatan Kopi Lampung Begawi 2022 Pemerintah Provinsi Lampung telah mencoba menerapkan sistem kurasi bagi produk kopi agar bisa menghasilkan produk unggulan berkualitas, yang siap di pasarkan lebih luas.

Baca Juga: Lampung: Standarisasi Mutu Kopi Perlu Rumah Kurasi Produk
6 Jenis Kopi Asli Jawa Barat yang Tersohor di Dunia

Dalam gelaran tersebut ada 10 kopi yang lolos kurasi sebagai produk terbaik yang pertama yaitu Koptain (Kopi Intan Lampung), kedua Mowning (Mowning Coffee & Roastery) binaan Disnakertrans dan Perindustrian Kabupaten Pesisir Barat, Tugu Liwa (KWT Mandiri Padang Cahya) binaan Dinas Koperasi, UKM, dan Perindag Lampung Barat, Naire (Kopi Naire Lampung) binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Kopi 49 (Rizky Kopi 49) binaan Dinas Perindustrian Kota Bandarlampung,

Selanjutnya De'Lampoeng Coffee (De'Lampoeng Coffee) binaan Dinas Perindustrian Kota Bandarlampung, Blikopi (Huse Grup Lampung) binaan Dinas Perindustrian Kota Bandarlampung, DR Koffie (CV DR Koffie Jaya Raya), Ratu Luwak (CV Ratu Luwak), dan Lambarco (Kopi Hitam Lambar) binaan Dinas Koperasi, UKM, Perindag Lampung Barat.

Video Terkait