Derita Petani Tembakau, Gagal Panen Akibat Tanaman Rusak Diguyur Hujan

Tanaman tembakau petani rusak. (Sariagri/Yongki)

Editor: Dera - Rabu, 26 Oktober 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Puluhan bidang lahan tembakau milik petani di Desa Ombe, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, rusak diguyur hujan sejak dua pekan terakhir.

Selain membuat daun tembakau layu, hujan lebat juga mengakibatkan batang pohon tembakau membusuk dan gagal panen, karena terlalu lama terendam air. 

Junaidi, salah seorang petani di wilayah itu mengaku terpaksa memanen tembakau lebih awal untuk menghindari kerugian, karena hampir 20 persen dari puluhan bidang areal pertaniannya mengalami kerusakan.

"Karena hujan ini tidak pernah berhenti jadi daunya kekuningan, dan matang sebelum waktunya," ucap Junaidi kepada Sariagri, Rabu (26/10/2022).

tak ingin kerugian yangdialaminya semakin besar, Junaidi akhirnya harus panen secara menyeluruh, pasalnya, tembakau yang seharusnya di panen 7 kali selama masanya harus berakhir dengan 3 kali masa panen.

Pihaknya mengatakan penghasilannya tahun ini merosot dan tidak sebanding dengan biaya operasional yang sudah dikeluarkan.

Tidak hanya dibebankan dengan rusaknya tanaman, para petani juga mengaku kesulitan untuk menjemur tembakau mereka akibat cuaca yang tidak pernah menentu. 

Hal tersebut diakui oleh Mulkan yang juga menanam tembakau tidak jauh dari lahan milik Junaidi. Berbeda dengan petani yang lain, Mulkan mengaku sudah panen duluan dan saat ini tengah melakukan penjemuran. 

"Namun ya bisa dilihat ini, jemuran tembakau kita sampe sudah berapa hari ini tidak kering-kering," ucap Mulkan.

Sebagai petani tembakau pemula, ia pun mengaku khawatir tak bisa memenuhi permintaan perusahaan sehingga terancam merugi. 

Mulkan biasanya memasukan hasil panen tembakau kering ke perusahaan rokok dengan harga mencapai Rp33 ribu per kilogram nya. Namun kini, jadwal pengiriman hasil tembakau harus tertunda karena cuaca. 

"Tidak bisa juga kita salahkan cuaca, di satu sisi kalau kita mau pakai oven tembakau kan biayanya mahal, belum lagi kita tidak punya oven sendiri," imbuhnya.

Baca Juga: Derita Petani Tembakau, Gagal Panen Akibat Tanaman Rusak Diguyur Hujan
6 Jenis Tembakau yang Ada di Indonesia Berdasarkan Wilayah Tanam

Tingginya biaya produksi tanaman tembakau diharapkan Mulkan dapat menjadi perhatian pemerintah agar diberikan jalan keluar, seperti menyediakan obat tanaman dan pupuk, sekaligus memberikan alat oven untuk memudahkan produksi tembakau. 

"Ini soalnya tembakau harus kita olah dulu di sini sampai berbentuk dan kalau sudah begitu baru mau diambil perusahaan," pungkasnya.