6 Provinsi Penghasil Kelapa Sawit Terbesar di Indonesia

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. (Antara)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Selasa, 8 November 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Indonesia adalah salah satu negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Bahkan selama beberapa periode, Indonesia masih bertahan menempati posisi nomer satu. Hal ini didukung karena iklim tropis di Indonesia yang menjadikannya sangat baik untuk pertumbuhan kelapa sawit.

Dalam buku Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Kelapa Sawit Tahun 2018-2020 dan buku Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2019-2021 yang diterbitkan Kementerian Pertanian (Kementan), mengatakan bahwa Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan merupakan wilayah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Hal ini bahkan masih terus berlangsung dari tahun ke tahun kini saat ini.

Daerah Penghasil Kelapa Sawit Terbanyak di Indonesia

1. Provinsi Riau

Berdasarkan data yang dilansir dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Provinsi Riau merupakan penghasil kelapa sawit terbesar yang ada di Indonesia. Dari total produksi kelapa sawit Indonesia, rata-rata produksi sawit di wilayah ini menyumbang 21,47 persen.

Hal ini karena luas lahan kelapa sawit yang ada di Provinsi Riau sangat luas. Bahkan luasnya mencapai seperempat dari luas keseluruhan dari wilayah ini atau sekitar 2,8 juta hektare atau. Tak heran jika jumlah produksi kelapa sawitnya bisa mencapai 9.775.672 ton per tahun.

2. Provinsi Kalimantan Tengah

Selanjutnya ada Provinsi Kalimantan Tengah, yang juga menjadi daerah yang menghasilkan kelapa sawit dalam jumlah besar. Selisihnya sekitar 1,5 juta ton dari total hasil produksi Provinsi Riau, yaitu sebanyak 8.298.584 ton.

Dengan jumlah tersebut menjadikan provinsi ini sebagai penghasil kelapa sawit terbesar kedua di Indonesia setelah provinsi Riau. Bahkan perkebunan kelapa sawit di wilayah ini bisa dikatakan semakin luas berkat hadirnya beberapa perusahaan kelapa sawit. Baik perusahaan milik swasta maupun milik pemerintah guna untuk memaksimalkan hasil produksi kelapa sawit di sana.

3. Provinsi Sumatera Utara

Posisi selanjutnya sebagai produsen kelapa sawit terbesar di Indonesia ditempati oleh Sumatera Utara. Provinsi ini diketahui mampu menghasilkan 6.601.399 ton per tahunnya.

Jumlah ini dihasilkan karena adanya peningkatan luas lahan kelapa sawit sebanyak 400 ribu hektare hanya dalam waktu 3 tahun dari 2016 hingga 2019. Tentu saja perkembangan yang begitu cepat ini berkat permintaan pasar pada kelapa sawit sangat tinggi.

4. Provinsi Sumatera Selatan

Provinsi dengan ibukota Palembang ini menjadi salah satu penghasil kelapa sawit dalam jumlah yang besar di Indonesia. Jumlah produksinya mencapai 4.365.004 ton per tahun.

Tidak berbeda dari daerah-daerah lainnya, perkebunan kelapa sawit di provinsi ini juga mengalami perkembangan dengan pesat. Hal ini terbukti dengan adanya pembukaan puluhan ribu hektare lahan perkebunan kelapa sawit pada setiap tahunnya.

Namun penanaman sawit ini sebagian besar menggunakan sistem peremajaan kelapa sawit yang telah ada sebelumnya.

5. Provinsi Kalimantan Timur

Posisi kelima yang mampu menghasilkan kelapa sawit adalah Provinsi Kalimantan Timur, dengan total mencapai 4.331.930 ton. Sejak tahun 1983, wilayah timur Pulau Borneo ini sudah mengembangkan perkebunan kelapa sawit dengan sangat baik.

Diketahui, perkembangan kelapa sawit di Kalimantan Timur terus mengalami peningkatan hingga saat ini. Produsen kelapa sawit di wilayah ini menggunakan sistem kerjasama dari pihak swasta dan pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: 6 Provinsi Penghasil Kelapa Sawit Terbesar di Indonesia
RI-Malaysia Jalin Kerjasama Perkuat Perlindungan Pekerja Sawit

6. Provinsi Kalimantan Barat

Urutan keenam sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia adalah Kalimantan Barat. Pada tahun 2020 provinsi yang berada di barat Pulau Borneo ini, mampu menghasilkan kelapa sawit 3.551.825 ton dalam setahun.

Berdasarkan data yang ada, pengelolaan kelapa sawit di Kalimantan Barat ternyata sudah berlangsung cukup lama yaitu sejak tahun 1980-an. Hingga kini, perkembangannya semakin mengalami peningkatan dengan luas lahan yang mencapai 1.570.675 hektar.