Studi: Pertanian Berbasis Kelapa Terbukti Tingkatkan Produktivitas

Ilustrasi pohon kelapa. (pixabay)

Editor: Dera - Jumat, 25 November 2022 | 14:07 WIB

Sariagri - Pertanian terpadu berbasis kelapa terbukti bisa memberikan manfaat ekonomi berupa peningkatan produktivitas tanaman, dan manfaat lingkungan berupa peningkatan keanekaragaman hayati serta sebagai sarana untuk menyerap karbon.

Menurut sebuah studi yang dilakukan di Kerala, India, sistem pertanian berbasis kelapa (coconut-based farming system/CBFS) melibatkan penanaman banyak tanaman pertanian yang tumbuh subur atau 'sciophytic' di kawasan perkebunan kelapa. Studi tersebut dipimpin oleh Jacob John, seorang profesor di Universitas Pertanian Kerala, demikian dilansir mongabay.com.

Mereka mengembangkan model sistem pertanian terpadu berbasis kelapa yang cocok untuk dataran rendah seluas 0,2 hektar. Selain tanaman utama kelapa, para peneliti menanam tanaman sela seperti sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, pakan ternak dan tanaman umbi-umbian.

Pertanian ini kemudian digabungkan dengan peternakan, budidaya azolla, pakis air yang hidup bersimbiosis dengan ganggang biru-hijau dan merupakan pupuk hayati yang baik, serta pengembangan agroforestri seperti pohon jati, nangka, sukun, garcinia dan mangga.

Setelah dikelola selama 5 tahun, hasilnya menunjukkan bahwa produktivitas model pertanian ini meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan dengan satu-satunya tanaman kelapa untuk area yang sama.

Secara umum, model pertanian tersebut menghasilkan produk makanan melebihi kebutuhan satu keluarga beranggota empat orang, dan kelebihan produksinya dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani, disamping memberikan lapangan kerja yang cukup besar. Model pertanian ini juga dapat menghasilkan nutrisi tanaman di dalam pertanian melalui daur ulang organik.

Solusi "cerdas iklim"

Yang tak kalah penting, sistem pertanian terpadu berbasis kelapa ini merupakan solusi "cerdas iklim" karena mengurangi penggunaan pupuk kimia, melalui pembentukan nutrisi tanaman dari sisa tanaman, dan kotoran serta urin yang diperoleh dari ternak. Rata-rata, nutrisi tanaman yang dihasilkan mencapai 177 kilogram (kg) nitrogen, 89 kg fosfor, dan 98 kg kalium setiap tahun.

Baca Juga: Studi: Pertanian Berbasis Kelapa Terbukti Tingkatkan Produktivitas
Hasilkan Bibit Unggul, Kementan Bangun Pembibitan Modern Kelapa



Model pertanian ini juga menghasilkan emisi negatif bersih gas rumah kaca, sebagian besar melalui agroforestri. Komponen pohon seperti jati, mangga, nangka, garcinia, jambu, dan sukun, bersama dengan tanaman utama kelapa berkontribusi pada pembentukan biomassa tanaman di atas dan di bawah tanah, yang dapat menyerap karbon. Komponen agroforestri menyumbang lebih dari 90 persen penyerapan karbon. Hasil studi tentang sistem pertnian berbasis kelapa ini telah diterbitkan di Journal of Plantation Crops.

 

Video Terkait