Konsumsi Kopi di Asia Meningkat Tajam, Petani Didorong Tanam Kopi

Ilustrasi tanaman kopi (Pexels)

Editor: Dera - Minggu, 1 Januari 2023 | 14:00 WIB

Sariagri - Pemerintah Thailand mendorong para petani untuk menanam kopi seiring meningkatnya permintaan, khususnya di pasar Asia. Menurut Wakil Menteri Perdagangan Sinit Lertkrai, komoditas kopi Thailand cukup diminati pasar, khususnya kopi di wilayah Krabi.

Dalam kunjungannya ke perusahaan kopi komunitas di Khlong Thom Nua Krabi, Sinit Lertkrai mengajak petani kelapa sawit dan karet di Krabi untuk menanam kopi, karena permintaan meningkat lebih cepat di Asia.

“Kopi Krabi mendapat perhatian internasional berkat sertifikasinya sebagai produk GI," ujarnya, seperti dilaporkan The Thaiger.com, belum lama ini.

GI mengidentifikasi suatu produk yang berasal dari negara, wilayah, atau lokalitas tertentu di mana kualitas, reputasi, atau karakteristik lainnya terkait dengan asal geografisnya. Disebutkan, konsumsi kopi di Asia telah meningkat 1,5% selama lima tahun terakhir, mengalahkan kenaikan 0,5% di Eropa dan kenaikan 1,2% di AS.

Konsumen kopi terbesar di Asia saat ini diantaranya adalah Jepang. Negara ini memiliki budaya kopi yang berkembang dengan baik, dan banyak kafe serta restoran menyajikan kopi. Cina adalah konsumen terbesar kedua namun trend konsumsi kopi tumbuh sangat pesat.

Thailand secara tradisional memproduksi Robusta terutama untuk keperluan industri, dan belakangan telah menjadi produsen kopi spesial Arabika dan Robusta berkualitas. Namun ekspor kopi Thailand sangat sedikit sehingga sebagian besar dikonsumsi di dalam negeri. Secara umum, biji arabika ditanam di Thailand utara dan biji robusta di selatan.

Baca Juga: Konsumsi Kopi di Asia Meningkat Tajam, Petani Didorong Tanam Kopi
Intip Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta yang Jarang Diketahui



Sekretaris Kamar Dagang Krabi Siritorn Julchoo mengatakan provinsi tersebut, yang saat ini menghasilkan sekitar 84 miliar baht (US$2,4 miliar) per tahun dari pariwisata, mengharapkan pendapatan yang lebih tinggi dari pendaftaran GI. Nilai kopi Thailand diperkirakan akan mencapai 60 miliar baht (US$1,7 miliar).