Ekspor Sawit Meningkat, DPR Kritik Kementan: Swasta Lebih Banyak Kontribusi

Ilustrasi kelapa sawit. (Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 24 Januari 2023 | 18:00 WIB

Sariagri - Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin kembali menyoroti kinerja Kementerian Pertanian (Kementan). Ia mengkritik kinerja Kementerian Pertanian perihal produktivitas sektor perkebunan sawit.

Menurutnya, sektor perkebunan diharapkan menjadi andalan dalam meraih devisa negara melalui ekspor. Akan tetapi, Sudin mengungkapkan bahwa peran swasta lebih banyak berkontribusi dibandingkan instansi pemerintahan itu sendiri.

"Kita jangan terlalu bangga dengan serta merta surplus ekspor pertanian yang disupport perkebunan. Ini kalau tidak ada pengusaha perkebunan sawit, tidak ada pengusaha kelapa sawit, tidak mungkin ada peningkatan (ekspor) tajam. Karena faktanya pencapaian nilai ekspor terutama dihasilkan swasta, tidak sepenuhnya dari kinerja Kementerian Pertanian," kata Sudin saat Rapat Dengar Pendapat bersama Eselon I Kementan, Selasa (24/1).

Oleh karena itu, Sudin meminta supaya program Kementerian Pertanian yang tidak memberikan berkontribusi pada pencapaian devisa negara dialihkan ke program yang lain, seperti kopi dan kelapa.

"Beberapa tahun terakhir anggaran pengembangan kopi dan kelapa misalnya cukup besar, kami minta agar dicermati masalah kinerjanya di lapangan," ucap sudin.

Berdasarkan data BPS, Nilai ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sepanjang 2022 naik 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, volume ekspor CPO 2022 tercatat turun tipis secara year on year atau yoy.

Baca Juga: Ekspor Sawit Meningkat, DPR Kritik Kementan: Swasta Lebih Banyak Kontribusi
Petani Sawit Merugi, DPR: Kebijakan Larangan Ekspor Harus Dievaluasi

Nilai ekspor CPO mencapai US$ 27,76 milar pada 2022. Angka tersebut naik 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 26,75 miliar. Nilai ekspor tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan 2017 yang mencapai US$ 18,5 miliar.

Sedangkan volume ekspor CPO 2022 mencapai sebesar 25 juta ton.Angka tersebut turun dibandingkan volume ekspor CPO 2021 mencapai 25,6 juta ton. Volume eskpor tersebut makin turun dibandingkan 2017 yang mencapai 27,3 juta ton.