Jangan Salah, Kokoa dan Kakao Ternyata Beda - Berita Perkebunan

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Penulis: M Kautsar, Editor: Redaksi Sariagri - Senin, 4 Mei 2020 | 11:30 WIB

SariAgri - Ketika membeli cokelat, kamu mungkin memperhatikan bahwa beberapa paket mengatakan bahan mengandung kakao dan yang lain menyebut kokoa. Apa yang membuat istilah kakao dan kokoa muncul?

Dilaporkan Healthline, dalam beberapa kasus, ada perbedaan penting antara produk tersebut. Di lain waktu, satu-satunya perbedaan mungkin istilah pemasaran yang dipilih produsen.

Cokelat dibuat dari biji kakao dari pohon kakao Theobroma. Tanaman ini menghasilkan buah-buahan besar seperti buah polong, masing-masing mengandung 20 hingga 60 biji yang dikelilingi daging putih dengan rasa manis dan asam.

Biji inilah yang kemudian menyediakan dasar untuk produk cokelat. Tetapi, tidak ada kesepakatan lengkap tentang kapan harus menggunakan masing-masing istilah kakao dan kokoa.

Beberapa ahli menggunakan kakao untuk polong, biji, dan isi. Sementara itu, istilah kokoa untuk bubuk yang tersisa dari biji kopi.

Berita Perkebunan - Baca Juga: Perkenalkan Sorgum, Tanaman Pangan yang Tahan Terhadap Musim Kemarau
Pakar: Benih dengan Postur Tinggi Cocok untuk Lahan Rawa

Pembuat produk-produk biji kakao mentah juga menggunakan kata kakao daripada kokoa. Istilah itu mungkin menyiratkan bahwa mereka lebih merupakan produk alami.

Tetapi, tak hanya dari istilah, dari perbandingan label nutrisi, produk yang terbuat dari biji kakao, baik mentah atau dipanggang. Perbedaan terbesar yang akan terlihat yaitu kandungan kalori, lemat, dan gula.

Produk kakao yaitu sumber yang sangat baik dari mineral, misalnya, selenium, magnesium, kromium dan mangan. Tetapi, mineral ini tidak ditunjukkan pada label nutrisi. Secara umum, semakin gelap cokelat yang berarti semakin tinggi kandungan kakao, semakin tinggi pula kandungan mineral.

Baca Juga: Jangan Salah, Kokoa dan Kakao Ternyata Beda - Berita Perkebunan
Mengenal Metode Permaculture, Berkebun di Rumah Sambil Menjaga Alam

Kakao mentah mengandung lebih banyak antioksidan. Tetapi, varietas kakao, kondisi pertumbuhan, dan metode pemrosesan dapat memengaruhi kandungan antioksidan.

Biji kakao dan produk yang berasal darinya merupakan sumber kaya senyawa tanaman bermanfaat, terutama flavanol, yang memiliki sifat antioksidan, pelindung jantung, dan anti-kanker, di antara manfaat kesehatan lainnya.

Berita Perkebunan - Kenapa Petani Indonesia Miskin?

Video Terkait