Harga Karet Terus Naik, Gubernur Sumsel Minta Kemendag Buka Keran Ekspor

Getah karet di perkebunan karet Sumatera Selatan (SariAgri/Rio P)

Penulis: Arya Pandora, Editor: Redaksi Sariagri - Senin, 10 Agustus 2020 | 16:01 WIB

SariAgri -  Selain komoditas sawit, harga karet di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) juga mulai membaik di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 ini. Bahkan, harganya terus naik hingga akhir pekan ini.

Karena itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru meminta agar Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia untuk membuka keran ekspor karet.

“Alhamdulillah, akhir pekan harga komoditi karet naik terus,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Hasil perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Rudi Arpian kepada SariAgri.id di Palembang.

Dikatakan dia, bahwa permintaan perkebunan karet memang mulai meningkat. Ia menyebut, meningkatnya harga karet dunia ikut berdampak terhadap harga di dalam negeri. Harga di tingkatan petani saat ini bisa mencapai Rp7.000 sampai Rp7.400 per kilogram (kg).

“Kalau harga di tingkatan petani UPPB, rata-rata harga karet umur sepekan sudah dibeli diatas Rp7.400/kg,” ucap dia.

Dirinya mengungkapkan bahwa tren tersebut bakal terus bertahan hingga tiga bulan ke depan. Asalkan, lanjut dia, tidak ada perubahan kondisi.

“Harapan kita ini, gelombang kedua penyebaran COVID-19 tidak terjadi. Selain itu, situasi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga tak kembali memanas,” ungkap dia.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, meminta Kementerian Perdagangan untuk membuka ekspor karet. Pasalnya, kata dia, kewenangan itu bukan di gubernur, sebab permasalahan yang dihadapi bukan karena kualitasnya yang jelek, tetapi over supply.

Baca Juga: Harga Karet Terus Naik, Gubernur Sumsel Minta Kemendag Buka Keran Ekspor
Mentan Dorong Pengolahan Ubi Kayu dan Ekspor Turunan Sawit

“Kalau gubernur punya kewenangan untuk ekspor, tapi katanya ini sedang ditata ada Permendag-nya bahwa ada regulasi baru untuk ini, mudah-mudahan ini kabar baik bagi petani karet di Sumsel yang punya kebun karet,” tambah dia.

Dirinya pun berharap ke depan regulasi terkait hal tersebut bisa diatur oleh pemerintah provinsi setempat.

“Ya, itu yang saya harapkan. Karena kita tahu di sini bagaimana cara berproduksi dan berapa produksinya kita tahu,” tuturnya. (Rio P/SariAgri Sumatera Selatan)