Gubernur Sumsel, Minta Asosiasi Kopi Edukasi Petani di Wilayahnya

Biji Kopi Pagaralam, Sumatera Selatan (Antara)

Penulis: M Kautsar, Editor: Redaksi Sariagri - Jumat, 29 Januari 2021 | 15:30 WIB

SariAgri - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menginginkan kopi dapat menjadi ikon baru di wilayahnya, setelah empek-empek. Keinginan ini muncul karena Sumatera Selatan menghasilkan kopi terbesar di Indonesia.

Saat ini, kata Herman, petani kopi di Sumatera Selatan sangat butuh pendampingan. Untuk itu, dia mengajak, Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), Perkumpulan Petani dan Penggiat Kopi Indonesia untuk memberi edukasi ke para petani.

Fungsi edukasi itu mulai pengolahan menjemur, roasting hingga menjadi kopi yang nikmat dan higienis. "Mereka tekun mengurusi kebun, tapi kalau tidak kita bimbing maka akan begitu-begitu saja. Saya ingin peningkatan produksi kopi berimbang dengan peningkatan pendapatan petani. Apa gunanya produksi meningkat tapi petani tidak menikmati hasilnya," kata Herman. 

Herman mengatakan Sumatera Selatan menghasilkan beberapa jenis kopi mulai dari robusta, arabika hingga liberika. Meski begitu, untuk bersaing di pasar dunia, kopi Sumatera Selatan harus memiliki higienitas produk yang mencukupi.

Selain itu agar lebih menarik minat penikmatnya, kopi Sumatera Selatan haruspunya identitas tersendiri. 

Berita Perkebunan - Baca Juga: Harga TBS di Bangka Kembali Naik, Tembus Rp2.019 per Kg
Indonesia Akan Lawan Kampanye Hitam Sawit

"Ini tugas organisasi ini. Bagaimana caranya orang tertarik minum kopi Sumsel. Buatlah identitasnya semenarik mungkin sehingga orang tidak hanya mencicipi kopi tapi juga dibuat terkesan dalam proses peracikan dan penyajiannya," ucap dia.

Dikatakan Herman, para petani dan penggiat kopi di Sumatera Selatan patut berbangga karena dianugerahi jenis kopi yang beragam. "Kita harus dapat menjaga kesinambungan lapangan kerja ini. Makanya kalau pasar macet hanya karena kita kurang higienis, ini peran organisasi  juga untuk memperbaikinya," kata dia.

Saat ini, kata Herman, Sumatera Selatan sudah memiliki BUMD yang fokus menangani agro industri yakni PT Sriwijaya Agro Industri. Keberadaan BUMD ini hendaknya dapat dimaksimalkan untuk mendongkrak produksi maupun kesejahteraan petani kopi dengan sinergitas kedua belah pihak. 

"Petani kopi dan penggiat kopi jangan kerja parsial lagi, tetapi bersama tumbuh  dengan satu tujuan membawa Kopi Sumsel yang diminati banyak orang," ujarnya. 

Ketua DPD ASKI Sumatera Selatan, Herlan Asfiudin mengatakan, Sumatera Selatan merupakan penghasil kopi terbesar di Indonesia. Menurut data Kementerian Pertanian, produksi kopi di provinsi ini mencapai 184.168 ton dan semuanya merupakan jenis robusta.

Berita Perkebunan : Harga Minyak CPO Indonesia Membaik

Video Terkait