Ciptakan Kopi Berkualitas, Begini 7 Cara Pembibitan Kopi Arabika

Ilustrasi tanaman kopi (Pexels)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Senin, 22 Maret 2021 | 17:20 WIB

SariAgri -  Kopi merupakan salah satu minuman yang cukup populer di dunia. Sebagian besar warga dunia, biasanya menyeduh kopi di pagi hari sebelum menjalani aktivitas sehari-hari.

Kalau Kamu memang penikmat kopi, tentu sudah mengetahui bahwa kopi yang berkualitas berasal dari budidaya tanaman kopi yang baik. Salah satu budidaya tanaman kopi adalah proses pembibitan.

Perlu diketahui, ada banyak sekali jenis-jenis kopi di seluruh dunia. Salah satu jenis kopi yang ada adalah arabika. Kopi jenis ini pun tidak terlepas dari kegiatan pembibitan tanaman kopi.

Nah, Sobat Agri tertarik untuk mengetahui cara pembibitan kopi arabika? berikut 7 cara pembibitan kopi arabika, dikutip dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian:

1. Penggunaan Varietas Unggul

Benih kopi arabika dapat diperbanyak dengan benih unggul yang sudah dilepas melalui keputusan Menteri Pertanian. Beberapa varieta kopi arabika unggul, seperti S 795, Sigarar Utang, Gayo 1, Gayo 2, Kopyol Bali.

2. Persiapan Tempat Persemaian

- Lokasi persemaian memiliki tempat yang datar, drainase baik, mudah diawasi, dan bebas dari nematoda.
- Bedengan dibuat arah Utara ke Selatan dengan lebar 1 meter dan panjang 10 cm. Bdengan diberi atap berupa paranet.
- Tanah dalam bedengan dicangkul sedalam 30 cm kemudian diisi tanah yang sudah disaring.
- Bedengan ditinggikan 20 cm dengan diberi penahan dari bata merah agar tanah tidak longsor. Kemudian diberi lapisan pasir halus setebal 20 cm.
- Untuk mencegah serangan nematoda parasit, dilakukan fumigasi dengan fumigan yang dianjurkan



3. Persemaian Benih Kopi

- Sebelum biji disemai, bedengan disiram air sampai jenuh.
- Dibuat pola jarak tanam dengan jarak tanam benih dalam baris 2 cm dan antar baris 5 cm.
- Sebelum biji disemai, kupas kulit tanduknya secara manual, lalu direndam selama 3 hari.
- Penyemaian benih dilakukan dengan cara membenamkan biji sedalam 0,5 cm.
- Setelah benih tertata, beri potongan jerami atau alang-alang kering supaya terlindung dari sengatan matahari maupun curahan air.

4. Pemeliharaan Persemaian Bibit kopi

- Pembersihan gulma atau tanaman liar secara manual.
- Jika tidak ada hujan, bedengan perlu disiram secara teratur.
- Sesudah sepasang daun membuka, benih segera dipindah ke media kantong plastik (polybag).

5. Pembuatan Bedengan Pebenihan Bibit Kopi

- Cara membuatnya mirip pada bedengan peremaian.
- Media tumbuh berupa campuran tanah atas dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.
- Bedengan menggunakan atap/naungan dengan ketinggian 1,5 meter.

6. Penanaman Dalam Polybag

- Dalam satu polybag, dibuat lubang 8 hingga 15 sebelum diisi tanah.
- Kantong polybag diisi media tumbuh lalu disiram hingga basah.
- Pilih benih yang tumbuhnya normal dan sehat.
- Benih ditanam dalam polybag dengan cara melubangi media sedalam 10 cm, lalu tanah dipadatkan agar akar tidak menggangung atau tanah berongga.

Baca Juga: Ciptakan Kopi Berkualitas, Begini 7 Cara Pembibitan Kopi Arabika
Agar Berkulitas, Ini 4 Teknik Budidaya Kopi



7. Pemeliharaan Bibit Kopi

- Pembenihan membutuhkan intensitas cahaya sekitar 30 persen
- Penyiraman disesuaikan dengan kondisi kelembapan lingkungan.
- Media digemburkan setiap dua bulan sekali.
- Pemupukan dilakukan sesuai umur benih dengan cara pupuk dibenamkan atau dilarukan dalam air.
- Dosis pupuk umur 1 hingga 3 bulan adalah 1 gram urea, 2 gram TSP dan 2 gram KCl.
- Dosis pupuk umur 3 hingga 8 bulan adalah 2 gram urea.
- Urea diberikan 2 minggu sekali, apabila berupa larutan , maka berikan dengan konsentras 0,2 persen sebanyak 50 hingga 100 ml per benih tiap 2 minggu.
- Untuk mencegah infeksi patogen, maka perlu melakukan agensi hayati seperti jamur Trichoderma sp.
- Pengendalian hama penyakit bisa dilakukan secara kmia atau bio pestisida.

Video Terkait