Eksportir Milenial Kirim 10 Ton Kayu Manis ke Thailand

Ilustrasi Kayu Manis (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 23 Maret 2021 | 08:00 WIB

SariAgri - Di masa pandemi COVID-19, PT. Ince Jaya Mandiri (PT. IJM) yang dipimpin entrepreuneur milenial, Ince Iksan Kaimuddin telah mengekspor rempah-rempah yaitu kayu manis, cengkeh, pala dan kapulaga ke negara tujuan Thailand sebanyak 8 kontainer.

Ekspor yang dilakukan PT. IJM termasuk 10 ton kayu manis sebanyak 10 Ton ke Bangkok, Thailand yang didukung partner consultan dari PT. Sahabat Mitra Strategis, Nurhaeda Burhan.

Meski masih berusia muda dan perusahaannya terbilang baru, Ince membuktikan dirinya mampu memanfaatkan peluang akses pasar yang ada khususnya pasar kayu manis.

"Fasilitas dari Ditjen Perkebunan sangat membantu kami yang baru mulai ekspor ini untuk mengembangkan peluang akses pasar rempah Indonesia terutama dalam kegiatan promosi dan bagaimana hambatan perdagangan rempah terutama aspek mutu," ujarnya.

Dia mengatakan 10 ton ekspor kayu manis dengan grade AAA berasal dari petani di Kabupaten Kerinci, Jambi dan sebagian dari daerah di Kalimantan.

Peluang pasar PT. IJM didapatkan setelah mengikuti kegiatan promosi di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (Bitec), Thailand yang difasilitasi DitJen Perkebunan Kementan yaitu 14th Thailand Coffee, Tea & Drinks 2020 and 14th Thailand Bakery and Ice Cream 2020 pada 27 Februari 2020 - 3 Maret 2020.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mendorong pengembangan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi dan mendukung peningkatan daya saing pertanian di pasar global. Dukungan kepada pelaku usaha ekspor dilakukan Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dedi Junaedi mengapresiasi terlaksananya kegiatan ekspor itu mesli situasi global masih dalam masa pemulihan ekonomi akibat pandemi.

"Tentunya akses pasar masih ada, tinggal kita push lebih kuat lagi dalam mencari peluang-peluang tersebut. Saya juga mengapresiasi kalangan-kalangan muda, kalangan milenial yang sudah mau bekerja keras dalam mendukung akselerasi program Kementan dalam gerakan 3 kali lipat ekspor (Gratieks)," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (22/3/2021).

Dedi mengungkapkan pihaknya terus mendorong lahirnya generasi milenial untuk lebih memperhatikan sektor pertanian, utamanya komoditas perkebunan.

"Tentunya kami tidak tinggal diam, kami akan terus melakukan pembinaan dan fasilitasi seoptimal mungkin untuk duduk berdampingan dengan para eksportir muda ini," katanya.

Baca Juga: Eksportir Milenial Kirim 10 Ton Kayu Manis ke Thailand
Mentan Ingatkan Subsektor Perkebunan Perlu Perhatian Serius

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono dalam keterangan terpisah mengapresiasi apa yang dilakukan PT. IJM dalam mendukung ekspor rempah Indonesia. Dia berharap ekspor akan terus konsisten dilakukan di masa mendatang dengan memperhatikan standar mutu yang berlaku di negara tujuan.

Data Kementan menyebutkan ekspor kayu manis tahun 2020 year on year tahun 2019 meningkat 0,71 persen berdasarkan volume ekspor dan meningkat 13,1 persen berdasarkan nilai ekspor. 

Video Terkait