Wah, Cengkeh Lampung Diminati Negara Timur Tengah

Cengkeh Lampung sedang dalam proses karatina untuk diekspor ke Timur Tengah (Sariagri/Iwan)

Editor: Andry - Selasa, 30 Maret 2021 | 19:00 WIB

SariAgri -  Cengkeh asal Lampung kini mulai banyak diminati negera-negara dari timur tengah. Cengkeh merupakan salah satu rempah andalan Indonesia yang banyak diminati negara lain, terutama negara Eropa dan negara Asia lainnya. Memiliki kualitas yang baik, menyebabkan rempah Indonesia khususnya Lampung itu, masih tetap diminati sampai saat ini.

Samsul Hidayat, Pejabat Karantina Pertanian Lampung mengatakan, cengkeh yang merupakan hasil dari tanaman perkebunan ini, bermanfaat sebagai bumbu masak dan juga bahan obat. Aroma dan rasa yang kuat, menjadi alasan cengkeh asal Lampung disukai negara Uni Emirat Arab.

Samsul bersama petugas lain kerap  melakukan pemeriksaan fisik cengkeh yang menjadi permintaan negara Uni Emirat Arab. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kesesuaian jenis, jumlah, dan volume komoditas yang akan dikirim, dengan dokumen permohonan pemeriksaan yang diajukan. Pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium juga dilakukan.


Cengkeh yang akan dikirim ke Uni Emirat Arab ini sebanyak 24.750 kg atau senilai Rp1,5 miliar. Tahun 2020 lalu, Lampung mengekspor cengkeh sebanyak 239.955,7 kg dengan nilai Rp13.8 miliar. Meski tidak sebanyak rempah lainnya, namun ekspor cengkeh dari Lampung rutin dilakukan.

“Secara fisik cengkeh yang akan dikirim sudah sesuai. Jumlah dan volumenya juga sudah tercukupi. Cengkehnya juga bersih. Selanjutnya kita lakukan pengujian laboratorium untuk memastikan cengkeh-cengkeh ini bebas dari serangga hidup,” ujar Samsul.

Baca Juga: Wah, Cengkeh Lampung Diminati Negara Timur Tengah
Keunggulan Cengkeh Siantan Agribun Varietas Unggul Baru dari Anambas



Pengujian yang dilakukan itu menurut Samsul merupakan rangkaian tindakan karantina untuk dapat diterbitkan phytosanitary certivicate (PC), yang merupakan persyaratan agar dapat masuk ke negara tujuannya.

Sementara, Kepala Karantina Pertanian Lampung Muh. Jumadh menyampaikan, Pihak Karantina Pertanian Lampung akan terus mendorong dan mengupayakan ekspor produk pertanian Lampung untuk lebih optimal lagi, bila perlu hingga menjadi tiga kali lipat dari ekspor sebelumnya.

“Pendampingan dan bimbingan ke petani juga akan terus kami lakukan dengan menggandeng instansi terkait lainnya. Ini sejalan dengan program Kementerian Pertanian yang sedang dijalankan yaitu gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks),” pungkas Jumadh

Video Terkait