Jangan Salah, Begini Cara Deteksi Jenis Kelamin Pala Jantan dan Betina

Ilustrasi - Biji tanaman pala (Balitbangtan)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 20 April 2021 | 12:20 WIB

SariAgri - Pala (Myristica fragrans Hoult.) termasuk tanaman rempah berupa pohon dan menghasilkan buah. Tanaman dari Maluku ini merupakan tanaman berumah dua, yaitu tanaman pala jantan dan betina terpisah dalam pohon berbeda. Namun terkadang dijumpai tanaman dengan bunga jantan dan betinanya dalam satu pohon yang sama (monoecious).

Umumnya perbanyakan tanaman pala menggunakan biji. Waktu perkecambahan biji antara 1-3 bulan dan siap tanam setelah berumur 1 tahun. Paling cepat tanaman pala akan mulai berbuah ketika berumur 3 tahun setelah tanam. Namun biasanya tanaman pala asal biji mulai berbuah pada umur 5–7 tahun dengan umur produktif dapat mencapai lebih dari 100 tahun.

Penting untuk mengetahui jenis kelamin pada benih pala secara dini agar dapat memberikan jaminan, tanaman yang ditanam di kemudian hari menghasilkan buah. Deteksi jenis kelamin pala dapat dilakukan pada stadia biji atau semai dengan mengamati bentuk biji, percabangan, posisi daun serta perakaran. 

Dilansir laman Balitbangtan, Peneliti pemuliaan tanaman dari Balittro, Balitbangtan, Sri Wahyuni dan Nurliani Bermawie mengungkapkan beberapa teknik untuk mengetahui jenis kelamin benih pala jantan dan betina berbasis kearifan lokal petani dari berbagai daerah. Teknik-teknik itu dilakukan pada stadia biji dan benih yang telah berkecambah di pembibitan.

Sortasi buah/biji pala untuk benih

Biji pertanaman untuk benih harus berkualitas baik, memenuhi mutu fisik, fisiologis dan mutu genetis. Mutu fisik yaitu benih tidak keriput, tidak pecah, tidak menunjukkan adanya serangan hama/penyakit. Mutu fisiologis yaitu benih mampu tumbuh bila dikecambahkan/disemai. Mutu genetis berkaitan dengan varietas, asal usul induk benih.

Benih yang telah dikeluarkan dari buah dan fulinya kemudian disortir untuk memperoleh benih yang benar-benar telah tua untuk dapat dikecambahkan. Biji pala yang masih muda umumnya belum dapat digunakan untuk benih dan bila dikecambahkan tidak tumbuh.

Perkecambahan benih

Ada tahapan seleksi buah, fuli dan biji yang harus dilakukan sebelum perkecambahan. Seleksi buah yaitu buah dipilih yang matang petik, ditandai buah yang telah terbelah, dan bebas dari hama dan penyakit. Seleksi fuli yaitu buah dibelah dan dipilih biji yang memiliki fuli tebal, berwarna merah tua, mengkilap dan bebas hama dan penyakit. Seleksi biji yaitu biji dipilih yang berwarna cokelat tua, mengkilap, bulat dan besar, bebas hama dan penyakit.

Perkecambahan benih pala dilakukan pada media pasir lembab atau campuran tanah dan pupuk kandang (2:1), atau tanah: pasir: pupuk kandang (1:1:1). Perkecambahan yang biasa dilakukan menggunakan bak atau plastik diisi pasir, serbuk gergaji dan serbuk sabut kelapa, kemudian diaduk secara merata.

Untuk mempercepat perkecambahan, tempurung pala diketok/dibelah pada bagian pangkal biji dengan tidak merusak daging bijinya. Selanjutnya bak ditutup dengan karung goni atau kertas koran untuk menjaga kelembapan. Setelah 4 minggu benih dipindahkan ke polybag.

Deteksi pala jantan dan betina pada stadia biji

Bila diperhatikan, bentuk ujung benih pala ada yang lancip, agak membulat bahkan ada tonjolan di ujungnya. Berdasarkan keterangan beberapa petani penangkar benih pala di Kepulauan Ternate, Jawa Barat, dan Sumatera Barat, benih yang mempunyai tonjolan (seperti tanduk) di ujungnya, akan tumbuh menjadi pala jantan. Benih yang akan tumbuh menjadi pala betina mempunyai ciri pada bagian kedua sisinya berbentuk mulus atau rata dan tidak ada bagian yang menonjol.
Pada tanaman pala dengan tipe biji seperti itu, berdasarkan kearifan lokal, biji yang akan tumbuh menjadi jantan akan memiliki tanduk lebih jelas/lebih menonjol. Sedangkan pada biji yang berkembang menjadi pala betina ukuran tonjolannya sesuai rata-rata.

Baca Juga: Jangan Salah, Begini Cara Deteksi Jenis Kelamin Pala Jantan dan Betina
Sederet Kendala Kenapa Indonesia Belum Bisa Swasembada Gula

Deteksi pala jantan dan betina di persemaian

Berbasis kearifan lokal dari berbagai daerah seperti Maluku Utara, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Lampung, benih yang diperkirakan akan tumbuh menjadi pala betina mempunyai pertumbuhan percabangan hampir mendatar/cenderung horizontal, posisi daun pada cabang agak mendatar sampai agak merunduk, ukuran daun agak besar dan lebar.

Sedangkan benih pala jantan tidak mempunyai percabangan. Namun sudut cabangnya sempit/lancip sehingga pertumbuhan tajuk cenderung tegak ke atas, posisi daun pada cabang agak tegak, daun terlihat lebih langsing. Bila dilihat dari perakarannya, biasanya akar yang terbentuk adalah akar tunggang lurus, dengan akar lateral kecil-kecil yang lembut.

Video Terkait