Setelah Singapura, Air Kelapa Sulut Kini Merambah Vietnam

Hortikultura - Ilustrasi Air Kelapa (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 8 Juni 2021 | 10:15 WIB

SariAgri - Karantina Pertanian Manado, Kementerian Pertanian memfasilitasi ekspor komoditas turunan kelapa berupa ribuan ton air kelapa ke sejumlah negara. Tahun lalu ekspor komoditas ini menembus pasar Singapura. Saat ini salah satu komoditas pertanian unggulan dari Provinsi Sulawesi Utara ini menembus pasar baru, Vietnam.

Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan negara tujuan dan mengantongi Phytosanitary Certificate produk milik PT. Sasa Inti resmi diberangkatkan melalui pelabuhan Laut Bitung menuju Vietnam. Total volume air kelapa yang diekspor 22,5 ton dengan total nilai ekonomi Rp786,5 juta.

"Ini suatu kebanggan tentunya, berhasil mengangkat nilai komoditas sampingan yang sebagian besar di tempat-tempat olahan produk kelapa di Sulut hanya menjadi limbah pabrik tak bernilai," ujar Kepala Karantina Pertanian Manado, Doni Muskyidayan.

Doni mengungkapkan berbagai produk turunan kelapa kini menjadi fokus utama dalam mendorong ekspor pertanian wilayah Sulut. Potensi kelapa merupakan anugerah terbaik dari surga tropis di daratan Nyiur Malambai yang perlu dimanfaatkan.

Sementara itu, staf Quality Control PT. Sasa Inti, Rohmah mengatakan di negara tujuan, air kelapa diaplikasikan ke berbagai jenis produk olahan minuman kemasan.

"Info dari buyer disana seperti itu, lebih detailnya lagi apakah itu diaplikasikan ke produk selain minuman, kami belum tahu," katanya.

Baca Juga: Setelah Singapura, Air Kelapa Sulut Kini Merambah Vietnam
Wangwung, Kumbang Tanduk yang Gemar Kelapa Kopyor

Di Tempat terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang mengatakan melalui gerakan tiga kali lipat ekspor pertanian atau Gratieks, unit pelaksana teknis karantina pertanian di seluruh Indonesia terus melakukan sinergitas dengan entitas terkait.

"Dengan inovasi aplikasi peta komoditas ekspor atau IMACE yang telah disiapkan Barantan, selain pendampingan sertifikasi kita pun mampu memberikan informasi peluang pasar ekspor, seperti air kelapa ini," pungkasnya.

Video terkait:

Video Terkait