BPDPKS dan UGM Bangun Sociopreneur UKMK Sawit di Luwu Utara

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani membuka Kegiatan Membangun Sosiopreneurship Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Berbasis Sawit yang diadakan BPDPKS dan UGM di Luwu Utara, Sulsel, Senin (18/10/2021).

Penulis: Yoyok, Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:20 WIB

Sariagri - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, memberikan apreasiasi kepada Badan Penggelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengadakan sosialiasi dan promosi tentang kemitraan usaha kecil, menengah, dan koperasi berbasis sawit (UKMK) guna meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kemitraan UKMK bisa bermanfaat di masa pandemi dan meningkatkan kesejahteraan petani terutama kaum perempuan. Kegiatan ini juga bagian dari kontribusi untuk mewujudkan pentahelix kerjasama antara bisnis,” kata Bupati Indah di Aula La Galigo Kantor Bupati Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (18/10/2021).

Diungkapkan, potensi perkebunan kelapa sawit di Luwu Utara mencapai 21.000 hektare dengan melibatkan 12.000 kepala keluarga. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan sosok sociopreneur-sociopreneur UKM Sawit di Luwu Utara,” pungkas Bupati.

Kegiatan Kemitraan UKMK Sawit Membangun Sosiopreneurship Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Berbasis Sawit di Luwu Utara diadakan oleh BPDPKS dengan menggandeng UGM Yogyakarta.

Kepala Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Helmi Muhansyah menjelaskan Kemitraan Membangun Sosiopreneurship UKMK Sawit dilakukan dengan melakukan pendampingan kemitraan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat area perkebunan sawit.

Kemudian, sosialisasi dan promosi kelapa sawit  dalam rangka meningkatkan citra nilai produk, mengembangkan pengetahuan, kreativitas, dan inovasi generasi muda Indonesia dalam memanfaatkan potensi UKMK berbasis sawit melalui program sosiopreneurship demi menuju pengembangan sawit berkelanjutan.

“Ada juga kegiatan bimbingan teknis untuk penguatan SDM agar menjadi SDM unggul dalam mengelola potensi UKMK berbasis sawit untuk meningkatkan taraf perekonomian. Pengembangan produk turunan kelapa sawit sesuai potensi dan peluang yang ada di Luwu Utara diharapkan  juga  akan semakin meningkat,” papar Helmi.

Sedangkan Direktur Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gajah Mada sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, Prof Ir Irfan Dwidya Prijambada memaparkan materi pengembangan produksi arang dari limbah kelapa sawit.

“Batang limbah peremajaan perkebunan kelapa sawit dapat diubah menjadi arang menggunakan drum sederhana. Umur produktif tanaman kelapa sawit adalah 25-30 tahun, setelah mencapai umur tersebut perlu dilakukan peremajaan, jika tidak dilakukan maka produktifitasnya akan turun,” jelas Prof Irfan.

Baca Juga: BPDPKS dan UGM Bangun Sociopreneur UKMK Sawit di Luwu Utara
Holding Perkebunan Perkuat Energi Terbarukan Dukung Dekarbonisasi

Menurut perhitungan Prof Irfan setiap tahun terdapat 180.000 hektare tanaman perkebunan kelapa sawit yang perlu diremajakan. Setiap hektar kebun sawit memiliki 148 pohon maka tersedia 180.000 kali 148 pohon setiap tahun.

“Rata-rata berat pohon sawit ketika diremajakan adalah 2 ton, maka tersedia kayu limbah hasil peremajaan kebun kelapa sawit sebanyak 53,28 juta ton.  Untuk peluang ekspor produk arang ada di pasar Kanada dan Kuwait,” ujarnya.

:

Video Terkait