Produksi Minyak Nabati Global Diperkirakan Meningkat, Kelapa Sawit di Urutan Teratas

Ilustrasi - Perkebunan kelapa sawit. (Antara Foto/Syifa Yulinnas)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 22 November 2021 | 13:30 WIB

Sariagri - Union zur Forderung von Oel- und Proteinpflanzen e.V. (UFOP) di Jerman melaporkan produksi minyak nabati secara global akan terus meningkat pada tahun panen 2021-2022 untuk mencapai rekor tertinggi baru.

Dilansir The Digest, produksi minyak kanola (rapeseed oil) diperkirakan menurun dan diimbangi dengan peningkatan produksi minyak kelapa sawit, minyak bunga matahari dan minyak kedelai.

Berdasarkan data perkiraan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), produksi minyak nabati global tahun 2021-2022 akan mencapai 214,8 juta ton. Angka itu naik 8,21 juta ton dibanding tahun produksi 2020-2021. Kenaikan produksi itu dinilai dapat menutupi permintaan minyak nabati global yang mencapai 211,8 juta ton pada tahun panen saat ini.

Minyak kelapa sawit akan tetap menjadi minyak nabati terpenting di dunia dalam hal produksi dan konsumsi. Menurut investigasi Agrarmarkt Informations-Gesellschaft (mbH) produksi minyak kela[a sawit  76,5 juta ton atau menyumbang sekitar 36 persen dari produksi minyak nabati. Artinya, produksi minyak kelapa sawit naik 3,6 juta ton selama 2020-2021.

Indonesia menjadi produsen minyak kelapa sawit terbesar dengan produksi 44,5 juta ton diikuti Malaysia dengan produksi 19,7 juta ton dan Thailand 3,1 juta ton. Sama seperti minyak kelapa sawit, produksi minyak kedelai juga diperkirakan tumbuh 4 persen dengan total produksi 61,7 juta ton. Cina menjadi produsen utama dengan total produksi 17,6 juta ton, diikuti AS 11,6 juta ton.

Baca Juga: Produksi Minyak Nabati Global Diperkirakan Meningkat, Kelapa Sawit di Urutan Teratas
Asam Palmitat di Minyak Sawit Dorong Penyebaran Kanker? Ini Penjelasan Pakar

Sementara produksi minyak bunga matahari diperkirakan naik 14 persen menjadi 21,8 juta ton pada 2021-2022 karena hasil panen meningkat di Eropa Timur dan negara UE-27. UFOP memperkirakan kenaikan harga minyak bunga matahari akan mendorong perluasan area tanam untuk kampanye tanam tahun 2022.

Untuk diketahui, UFOP merupakan Asosiasi Petani Jerman (Deutscher Bauernverband e. V.) dan Asosiasi Pemulia Tanaman Jerman (Bundesverband Deutscher Pflanzenzüchter e. V.) yang terbentuk pada 1990. Organisasi ini mewakili kepentingan politik perusahaan, asosiasi dan lembaga terkait dalam produksi, pengolahan serta pemasaran tanaman minyak dan protein dalam negeri Jerman di komite nasional dan internasional.

Video terkait:

 

Video Terkait