BPDPKS dan UGM Gelar Webinar Kemitraan Sociopreneurship UKMK Berbasis Sawit

Tampilan layar webinar kemitraan membangun kemitraan sociopreneurship usaha kecil, menengah, dan koperasi (UKMK) berbasis sawit secara online yang diadakan BPDPKS dan UGM pada Rabu (30/11/2021).

Penulis: Yoyok, Editor: Reza P - Rabu, 1 Desember 2021 | 17:40 WIB

Sariagri - Badan Penggelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan webinar kemitraan membangun sociopreneurship usaha kecil, menengah, dan koperasi (UKMK) berbasis sawit secara online pada tanggal 30 November 2021.

Plt Direktur Kemitraan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Edi Wibowo, mengatakan kolaborasi denhan UGM merupakan rangkaian kegiatan Sociopreneurship UKMK Sawit yang pelaksanaan kegiatannya telah di lakukan di Luwu Utara , Sulawesi Selatan dan Sorong, Papua Barat.

“Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit sebagai BLU, selain melaksanakan program promosi juga mempunyai tugas untuk menjalankan kebijakan pemerintah dalam program pengembangan sawit berkelanjutan melalui penghimpunan, pengembangan, dan penyaluran dana sawit yang terpadu dan tepat guna, secara profesional dan akuntabel,” katanya di Jakarta, Rabu (1/12).

Edi menambahkan, BPDPKS juga mempunyai kepentingan pengembangan sumber daya manusia; penelitian dan pengembangan, peremajaan, sarana dan prasarana, pemenuhan kebutuhan pangan, hilirisasi industri perkebunan kelapa sawit serta penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati.

Sementara itu, Drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan komoditi sawit dengan membangkitkan UKMK berbasis sawit dengan memanfaatkan bagian-bagian dari kelapa sawit sebagai bahan produksi.

“Pembudidayaan jamur merupakan salah satu hasil pengolahan limbah kelapa sawit yang inovatif dan kreatif untuk produk baru. Inisiasi dan pendampingan UKMK memerlukan kemitraan dan sinergi antara univeritas, pemerintah, dan komunitas UKMK,” katanya.

Ika menjelaskan UGM akan terus menjalankan peran  sebagai tempat penelitian dan pengabdian akan senantiasa menjadi mitra dan mengabdikan diri untuk UKMK. Kegiatan ini juga menjadi bagian dalam peringatan Dies Natalies  ke-72 UGM.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang diwakili  Muhamad Riza, Staf Khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, menyampaikan  pemulihan ekonomi Indonesia pasca Covid-19 ini ditentukan oleh dua hal, yaitu landscape negara tentang ekonomi hijau dan kesiapan populasi generasi muda dalam merespons situasi.

“Survei baru-baru ini bahwa sekitar 94 persen tertarik dalam usaha ramah lingkungan, 86-90 persen tertarik dalam usaha yang inklusif dan berkelanjutan. Peranan generasi muda ini sangat penting dalam transisi ekonomi Indonesia menuju ekonomi hijau. Selain itu, ada survei yang menyatakan bahwa 81 persen anak muda memilih unutk melindungi dan melestrikan lingkungan hidup,” ujar Riza.

Dia menambahkan, peremajaan kelapa sawit penting untuk lingkungan, kesehatan tanah, dan produktivitas sawit. Saat ini sudah ada beberapa upaya untuk menempatkan isu-isu ekonomi hijau , salah satunya dengan bantuan peremajaan sawit dan penelitian dari BPDPKS. Sehingga teknologi dan inovasi baru dapat terus dikembangkan.

Sedangkan Direktur Pengabdian Masyarakat UGM, Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki area lahan sawit sebesar 14.680.000 hektare. Bagian-bagian sawit terdiri dari cangkang buah kelapa sawit dapat digunakan sebagai biomassa.

“Bungkil kelapa sawit dengan produsi CPO sebesar 47,18 juta ton dapat digunakan untuk pakan ternak termasuk pakan unggas. Limbah cair pengolahan kelapa sawit mulai digunakan sebagai bahan bakar biogas,” kata Irfan.

Baca Juga: BPDPKS dan UGM Gelar Webinar Kemitraan Sociopreneurship UKMK Berbasis Sawit
BPDPKS dan IPB Perkuat UKM Pangan untuk Pengembangan Produk Hilir Sawit

Menurut Irfan, tandan kosong kelapa sawit dengan produksi CPO sebesar 47 dihasilkan sebanyak 49,43 juta ton dan fiber sebanyak 26,96 juta ton. Tandan kosong kelapa sawit dan fiber telah dilirik beberapa industri besar dari manca negara untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan juga diteliti agar bisa digunakan sebagai pelet. Kita juga bisa membuat arang dari tandan kosong kelapa sawit dan dapat di ekspor. Tandan kosong juga bisa digunakan sebagai media tumbuh jamur yang tidak beracun dan enak dimakan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Helmi Muhansyah, Kepala Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani , Prof Nizam, Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Ristek Dikti,  Dr Djarot Heru Santosa  Pejabat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Bambang Gianto Sekretaris  Umum Asosiasi Petani PIR (ASPEKPIR) , Rudi Ismawan Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Aceh, Perwakilan Akademisi dari Instiper, Politeknik LPP, Universitas Tanjung Pura, UNCP Palopo, Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Jambi, Perwakilan Dinas Perkebunan Jambi dan para mahasiswa. 

Video Terkait