Tekun Selama 20 Tahun, Usaha Pembuatan Gula Merah Milki Budiono Buahkan Hasil

Usaha pembuatan gula milik Budiono. (Sariagri/Iwan)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 10 Januari 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Setelah sekitar 20 tahun menekuni usaha pembuatan gula merah dari nira aren, Budiono (30 tahun) warga Dusun 1, Desa Rulung Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, kini mulai menikmati hasilnya.

Saat ditemui di sentra pembuatan gula merah di belakang rumahnya, Minggu (9/1/2022), Budiono mengatakan kini usahanya sudah cukup berjalan lancar dan menemukan titik terang. Sebab, peminat gula merah di pasaran saat ini cukup tinggi.

“Permintaannya banyak sekarang. Kalaupun ada 50 kilogram (kg) per hari, pasti ada saja yang datang dan membelinya. Sementara usaha saya baru bisa menghasilkan 15 kg gula merah per harinya," ungkap Budiono.

Untuk menghasilkan 15 kg gula merah per hari, ia mengambil nira dari 50 batang kelapa setiap paginya. Air nira itu kemudian diolah dengan cara merebus menggunakan kayu bakar, yang setiap bulan dia pesan kepada tukang kayu di desanya.

“Ada 100 batang pohon kelapa yang saya sewa setiap tahunnya dengan harga Rp5 juta. Tetapi setiap hari saya hanya mampu mengambil air nira dari 50 pohon. 50 pohon lainnya untuk giliran besoknya. Kalau 100 batang diambil semua saya tidak sanggup,” paparnya.

Gula merah hasil olahan air nira tadi ia jual Rp12 Ribu per kilogramnya. Pemesannya banyak juga dari luar daerah. Ia mengaku kini sangat banyak pemesan, namun ia belum sanggup memenuhi pesanan itu.

"Ada yang minta 50 kg sehari, sementara saya hanya mampu memenuhi 15 kg. Artinya kan banyak peminatnya,” terangnya.

Penghasilannya setiap bulan, kata Budiono, sekitar Rp5 juta. Dalam setahun ia bisa berpenghasilan lebih kurang Rp64 juta dari industri rumahan itu.

“Modalnya hanya sewa kebun kelapa 100 batang Rp5 juta ditambah kayu bakar dua truk selama setahun itu,” jelasnya lagi.

Pihak pemerintah desa pun mendukung usaha rumahan warganya. Menurut Wahyudi, Kepala Dusun 1, pemerintah desa berupaya membantu untuk promosi atau lainnya.

“Usaha pembuatan gula merah cukup banyak di desa ini. Kami selalu memantau seperti apa perkembangannya. Kami perhatikan semua usaha berjalan lancar,” pungkasnya.

Video Terkait