Tingkatkan Kesejahteraan, Ini Kisah Kelompok Tani di Kaki Gunung Kelir Bangun Agroeduwisata Kopi

Kawasan Agroeduwisata Kopi di kaki gunung Kelir. (Dok Pribadi)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Reza P - Senin, 17 Januari 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Banyak peluang usaha yang bisa dilakukan dari satu komoditas pertanian yang belum benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Selain daya jual produk, lokasi dan edukasi usaha bisa sekaligus menjadi sumber penghasilan melalui agroeduwisata.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kelompok Tani Rahayu IV di Dusun Sirap, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah membangun agroeduwisata kopi guna meningkatkan kesejahteraan para petani dan masyarakat sekitar.

Ngadianto, salah seorang penggagas ide agroeduwisata kopi di kaki gunung Kelir, sekaligus ketua dari Kelompok Tani Rahayu IV, mengatakan sejak dibangun tiga tahun lalu, Agroeduwisata kopi di Dusun Sirap mendapati perkembangan usaha yang cukup memuaskan.

"Kami di sini sudah punya potensi kebun kopi dan produksi kopi, tapi kelihatannya kok sumber pendapatan petani cuma begitu-gitu saja. Dari sana kami punya gagasan kenapa tidak bangun wisata edukasi kopi di dusun kami," ujar Ngadianto dalam Webinar Inspirasi Bisnis INTANI, beberapa  waktu lalu.

Beranggotakan sekitar 30 orang, Kelompok Tani Rahayu IV sudah berdiri sejak 1998 yang semuanya merupakan petani kopi. Ngadianto mengatakan, kepemilikan lahan kopi yang sempit oleh setiap anggota kelompok, membuat mereka harus berinovasi agar pendapatan petani bisa berkembang.

"Kepemilikan lahan yang nggka begitu luas, satu orang petani kira-kira hanya punya 3/4 hektar kebun kopi. Sedangkan kopi hanya dipanen satu kali setiap tahun, jadi kami harus berinovasi untuk mencukupi kebutuhan hidup selama satu tahun itu. Kami akhirnya bergerak juga ke agroeduwisata untuk meningkatkan pendapatan," jelas Ngadianto.

Para wisatawan mengunjungi Agroeduwisata kopi. (Dok. Pribadi)
Para wisatawan mengunjungi Agroeduwisata kopi. (Dok. Pribadi)

Ngadianto mengatakan jika digabungkan total luas kebun kopi Kelompok Tani Rahayu IV mencapai 35 hektar dengan produksi 40 ton biji kopi setiap tahun. Dari produksi tersebut, lanjut Ngadianto, hanya 10 persen produksi kopi yang dijual melalui agroeduwisata.

Sementara 90 persen produksi kopi petani, dipasarkan oleh Kelompok Tani Rahayu IV ke berbagai perusahaan pengolahan kopi di sekitar wilayah Semarang dan Temanggung.

Agroeduwisata kopi di kaki gunung Kelir tersebut menyediakan edukasi kepada pengunjung mulai dari proses persiapan bibit, penanaman kopi, perawatan tanaman kopi, panen dan pasca panen, roasting hingga meracik kopi ala barista.

Menurut Ngadianto, paket edukasi wisata kopi tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan minat pengunjung terutama generasi muda terhadap usaha dan profesi petani.

"Karena ada kekhawatiran para petani di sini akan hilangnya generasi penerus petani kopi. Kami bangun agroeduwisata biar nantinya profesi petani bisa digeluti dan diminati generasi muda," paparnya.

Selain wisata edukasi, Agroeduwisata yang berada di ketinggian 800 - 1000 meter di atas permukaan laut itu juga menyediakan kafe bagi pengunjung untuk sekedar menikmati minuman dan olahan kopi sambil pemandangan alam kaki gunung Kelir.

Lebih lanjut, Ngadianto mengungkapkan bahwa di awal membuka Agroeduwisata, kelompok tani pun sengaja mengundang berbagai media untuk turut mempromosikannya kepada publik. Sejak saat itu, kata Ngadianto,  banyak pihak dari Pemerintah maupun swasta yang datang mendukung kegiatan agroeduwisata kopi di Dusun Sirap.Baca Juga: Tingkatkan Kesejahteraan, Ini Kisah Kelompok Tani di Kaki Gunung Kelir Bangun Agroeduwisata Kopi
Kisah Pelaku Usaha yang Sukses Kirim Kopi Arabika Lereng Gunung Ijen ke Pasar Dunia



Ngadianto menambahkan, semua konsep yang dirancang Agroeduwisata kopi Dusun Sirap murni datang para anggota kelompok tani yang juga melibatkan masyarakat dan karang taruna dalam pengelolaannya.

"Warga juga kami libatkan, dengan menyediakan homestay bagi para pengunjung yang menginap untuk pelatihan kopi. Pengelolaan kafe dan agrowisata juga menggandeng peran pemuda dari karang taruna," tukasnya.

Video Terkait