Produk Olahan Kelapa Asal Bintan Tembus Pasar AS, Nilai Transaksi Capai Rp819,4 Juta

Produk olahan kelapa. (Dok. Barantan)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 18 Januari 2022 | 17:50 WIB

Sariagri - Karantina Pertanian Tanjung Pinang berhasil mendampingi PT Bionesia Organic Foods (BOF) dalam melakukan ekspor produk olahan kelapa miliknya, untuk menembus pasar Amerika Serikat (USA) untuk pertama kali.

Ekspor perdana produk olahan kelapa berupa, kelapa paru kering dengan jumlah 12,4 ton dan coconut chips sejumlah 5,6 ton. Total nilai ekonomi dari ekspor tersebut mencapai Rp819,4 juta.

Shipping PT BOF, Yovita menjelaskan bahwa pengiriman ini adalah permintaan pertama mereka, USA, yang dikirim dalam satu kontainer dengan standar food grade.

"Pasar produk olahan kelapa di luar negeri sangat terbuka, tidak hanya olahan daging kelapanya saja, melainkan olahan sabut kelapa pun diminati pasar di luar negeri," ujarnya seperti dikutip dari Badan Karantina Pertanian (Barantan), Selasa (18/1/2022).

Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho mengungkapkan bahwa terbukanya pasar USA tersebut membawa kabar baik bagi petani kelapa terkait target pasarnya. Menurutnya, budidaya kelapa bisa menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan.

"Dengan terbukanya pasar USA, ini merupakan angin segar bagi petani kelapa di Indonesia, sehingga para petani tak perlu resah lagi akan serapan pasarnya. Menanam kelapa merupakan investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan, karena dari bunga, buah, daun bahkan batang kelapa semua memiliki nilai jual,” ungkapnya.

Raden menjelaskan Menteri Pertanian menyampaikan bahwa usaha dibidang pertanian itu sangat menjanjikan dan terbukti mampu menjadi penopang perekonomian Indonesia ditengah pandemi, karena kebutuhan pangan itu tidak dapat dielakkan disituasi apa pun.

Baca Juga: Produk Olahan Kelapa Asal Bintan Tembus Pasar AS, Nilai Transaksi Capai Rp819,4 Juta
Kenaikan Tarif Pungutan Ekspor Guna Keberlanjutan Produksi Sawit

Menurutnya, usaha di bidang pertanian bisa dari budidaya tanaman, pengolahan dan pengepakan bahkan transportasi. Petani milenial tidak harus berjibaku dengan lumpur, menjadi trader komoditas pertanian pun suatu peluang yang sangat bagus.

"Saat ini di kawasan industri di Kabupaten Bintan tersebut sedang di bangun pengolahan sabut kelapa yang pasarnya berorientasi ekspor. Bila semua telah berjalan, ini akan menjadi sistem pengolahan kelapa yang terintegrasi dalam satu lokasi, sehingga kelapa dari kebun yang telah terregister organik bisa langsung masuk pabrik tanpa harus dikupas terlebih dahulu," pungkasnya.

Video Terkait