Kelapa Kopyor, Varietas Kelapa Unggul yang Punya Nilai Jual Tinggi

Ilustrasi kelapa kopyor (Pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 19 Januari 2022 | 16:40 WIB

Sariagri - Kelapa kopyor adalah varietas tanaman kelapa yang tumbuh di Indonesia dan memiliki sejumlah keunggulan. Bukan hanya disukai karena cita rasa dan tekstur dagingnya yang unik, kelapa ini juga banyak dibudidayakan karena punya nilai jual sangat tinggi.

Kelapa kopyor yang mulai dilirik sebagai produk budidaya unggulan ini, merupakan tanaman kelapa yang lahir akibat mutasi genetik secara alami. Fenomena itu merupakan hasil mutasi spontan di bagian mayang yang bersifat setempat (biasa dikenal dalam botani sebagai chimera).
Mutasi ini mengakibatkan kelapa ini memiliki tekstur daging yang lunak dan air yang lebih sedikit.

Saat di belah, daging kelapa tampak menggumpal di bagian tengah, terlepas dari tempurung. Berkat keunikan yang dimiliki kelapa ini, membuatnya cukup digemari baik disajikan sebagai minuman segar, hingga bahan baku pembuatan aneka penganan dan makanan bernilai ekonomi tinggi.

Jenis kelapa kopyor

Menurut Badan Litbang kementerian Pertanian, di Indonesia, ada dua tipe kelapa kopyor. Keduanya punya karakteristik yang berbeda.

Tipe pertama, adalah tipe dalam. Mereka memiliki khas batang besar dan mempunyai bol pada pangkal batang. Tipe kelapa terdiri atas 3 warna, yaitu hijau, hijau kekuningan dan coklat, dan mulai berbunga pada umur 5-7 tahun, dengan buah berukuran cukup besar tetapi jumlahnya sedikit.

Secara alami, tanaman yang terdapat di berbagai daerah seperti Kalianda (Lampung Selatan), Ciomas (Bogor), Sumenep dan Jombang (Jawa Timur) dan Pati (Jawa Tengah) ini, hanya menghasilkan buah kopyor 1-2 butir per tandan.
Tipe kedua adalah tipe genjah.

Tanaman ini tidak memiliki bol dan memiliki batang lebih kecil dibanding tipe dalam. Ia terdiri atas 5 warna, yaitu hijau, hijau kekuningan, coklat tua, coklat muda, kuning, (gading wulan) dan orange (gading). Meski ukuran buahnya lebih kecil, kopyor tipe genjah menghasilkan buah kopyor per tandam lebih banyak dari tipe dalam, yang mulai berbuah pada umur 3-4 tahun.

Jumlahnya kadang mencapai 50%. Hal ini disebabkan kelapa tipe genjah termasuk tanaman menyerbuk sendiri sehingga peluang bertemunya gen resisif pada bunga betina dan serbuk sari lebih besar.

Kopyor tipe genjah ini banyak tumbuh di Pati (Jawa Tengah) yang tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Dukuhseti, Margoyoso, Tayu, Wedarijaksa, Gembong dan Terangkil. Serta di sejumlah daerah lain seperti di Dukuhseti, Kabupaten Pati (Jawa Tengah), Sumenep (Jawa Timur), Ciomas (Bogor, Jawa Barat), Kalianda (Lampung Selatan), Riau dan Kalimantan Timur.

Cara memperbanyak

Memperbanyak kelapa jenis ini, dapat dilakukan dengan dua metode. Pertama adalah cara konvensional, yakni menggunakan benih yang berasal dari tandan yang menghasilkan buah kopyor. Tanaman dengan metode ini apabila telah berproduksi hanya menghasilkan 1-2 butir/tandan. Cara ini telah dilakukan oleh petani di kabupaten Sumenep, Pati dan Lampung Selatan.

Kedua adalah cara in vitro, yaitu menumbuhkan embrio dari buah kopyor pada media tumbuh buatan dalam kondisi aseptik di laboratorium. Metode ini akan menghasilkan 90% hingga 100% buah kopyor. Tanaman kopyor yang di perbanyak dengan cara ini telah di tanam di Ciomas (Bogor), Riau dan Kalimantan Timur.

Namun, menurut Badan Litbang Kementerian Pertanian, karena sifat menyerbuk silang maka bibit kelapa kopyor tipe dalam hasil teknik in vitro ini, harus di tanam pada areal terisolasi dari pertanaman kelapa biasa. Jarak yang dapat di tolelir adalah 400 m.

Sebaliknya karena sifat menyerbuk sendiri, bibit kopyor tipe genjah dapat di tanam pada areal yang tidak terisolasi terlalu ketat seperti tipe dalam.

Nilai jual tinggi

Keistimewaan rasa dan karakter dagingnya, membuat kelapa ini memiliki nilai jual cukup tinggi. Harganya bahkan bisa jauh di atas harga buah kelapa biasa. Di beberapa penjualan online harga kelapa kopyor per buah bisa mencapai Rp. 45.000 hingga Rp.50.000 per buah.

Selain rasa yang nikmat, kelapa ini juga kaya nutrisi seperti protein, lemak, serat, karbohidrat, sukrosa dan calsium. Tingginya harga jual ini tentu menjadikan kelapa ini sebagai salah satu produk pertanian yang menjanjikan.

Mengenali kelapa kopyor cukup mudah. Selain dari tampilan daging yang lunak dan terlepas dari tempurung, kelapa jenis ini juga dapat diketahui dari luar. Saat di kocok, misalnya, kelapa ini tidak mengeluarkan bunyi yang keras melainkan lebih berat. Ketika dipukul, kelapa juga mengeluarkan bunyi.

Hama penyakit

Seperti jenis tanaman kelapa lain, tanaman kopyor juga dapat di serang hama dan penyakit. Jenis hama yang lazim menyerang antara lain Plesispa rechei Chapuis, Brontispa longissima Gestro, Oryctes rhinoceros L. dan Artona catoxantha.

Sementara untuk penyakit yang dapat menyerang tanaman ini adalah bercak daun, busuk kering, busuk janur, pendarahan batang, busuk pucuk, gugur buah dan penyakit yang di sebabkan oleh Phytoplasma.

Menurut Badan Litbang Kementeriaan Pertanian, pengendalian hama dan penyakit kelapa ini adalah dengan cara pegendalian hama dan penyakit terpadu dengan konsepsi analisis ekonomi.



Video Terkait