108 Ton Produk Karet Asal Semarang Berangkat ke Rusia

Produk karet asal Semarang yang akan dikirim ke Rusia. (Barantan)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 20 Januari 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Sebagai negara dengan sumber daya alam melimpah, Indonesia memiliki beragam komoditas pertanian. Bahkan beberapa komoditas pertanian Indonesia punya daya saing tinggi sehingga diminati pasar ekspor. Salah satu produk itu adalah karet yang digunakan sebagai bahan baku industri. 

Baru-baru ini Indonesia kembali mengekspor produk karet asal Semarang ke negara tujuan Rusia. Volumenya kali ini 108 ton karet dengan nilai ekonomi Rp2,5 triliun. Sebelum diberangkatkan, karet itu harus melewati rangkaian tindak karantina untuk memastikan terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan.

“Setelah dilakukan serangkaian tindakan pemeriksaan fisik dan kesehatan diketahui komoditas tersebut bebas Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina," ujar Sigit, Pejabat Karantina Pertanian Semarang yang melakukan pemeriksaan dikutip dari Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kamis (20/1/2022).

Sementara itu, Sub Koordinator Substansi Karantina Tumbuhan, Cisilia Triwidiyanti menyebut lembaran karet yang diekspor akan digunakan sebagai bahan baku ban mobil. Rusia memiliki kebutuhan karet cukup tinggi sehingga membuka peluang melipatgandakan permintaan karet kualitas terbaik.

Baca Juga: 108 Ton Produk Karet Asal Semarang Berangkat ke Rusia
Tahun 2021 Capai Rp459 Miliar, Ini Komoditas Andalan Ekspor Sulteng

"Kita berharap kinerja ekspor makin bergeliat seiring perkembangan teknologi. Selain Rusia nantinya dapat berdaya saing ke pasar berbagai negara di belahan dunia. Karantina Pertanian Semarang selalu mendukung akselerasi ekspor seiring tren produksi karet kian menjanjikan di pasar bebas," tandasnya.

Dia menambahkan Indonesia merupakan produsen karet terbesar kedua di dunia dan mampu memasok kebutuhan karet ke pasar global secara rutin.

Video:

Video Terkait