Tren Industri Biji dan Serat Ganja di AS Meningkat, Imbas Harga Minyak CBD Anjlok

Tanaman ganja.(Ilustrasi/Pixabay)

Editor: M Kautsar - Kamis, 20 Januari 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Perkembangan industri ganja sebagai sumber biji-bijian dan serat di Amerika Serikat sedang tumbuh di samping produk minyak ganja cannabinoid (CBD). Dilansir Successful Farming, dari sisi ekonomi biji dan serat ganja sebenarnya kurang menguntungkan tetapi harga lebih stabil daripada minyak CBD.

Hemp Industry Daily melaporkan sejak legalisasi tanaman ganja disahkan dalam RUU Pertanian AS tahun 2018, banyak petani beralih menanam ganja untuk dijadikan minyak CBD dengan harga jual yang tinggi. Tetapi pandemi COVID-19 dan suplai ganja yang terlalu banyak telah menghancurkan harga grosir minyak CBD. Pada 2021, lisensi kebun ganja turun drastis sekitar 285.000 hektare dari sebelumnya pada 2019 mencapai 511.000 hektare

Harga minyak CBD turun di bawah biaya produksi tetapi titik terangnya adalah penawaran dan permintaan produk serat dan biji ganja.

"Kami baru berada di awal kebangkitan ganja. Penanaman rami (ganja) untuk biji-bijian dan serat diperkirakan akan melebihi areal penanaman ganja untuk minyak CBD pada 2024 - 2025," kata Beau Whitney dikutip dari Successful Farming.

Wendy Mosher dari perusahaan pengembang benih rami mengatakan kepada Hemp Industry Daily bahwa permintaan benih untuk menanam serat ganja meningkat.

"Kami melihat perubahan dari CBD ke fiber (serat)," ungkap Mosher.

Departemen Pertanian AS (USDA) menjadwalkan akan merilis Laporan Ganja Nasional pertama di 17 Februari nanti. Laporan tersebut mencakup data area tanam, area panen, hasil per acre, produksi dan nilai ganja industri berdasarkan survei yang dilakukan kepada 20.500 produsen ganja.Baca Juga: Tren Industri Biji dan Serat Ganja di AS Meningkat, Imbas Harga Minyak CBD Anjlok
Malaysia Izinkan Penggunaan Produk Medis yang Mengandung Ganja



"Laporan tersebut dinilai dapat menjadi patokan bagi petani dalam memutuskan berapa banyak dan jenis ganja apa yang akan ditanam," kata Kevin Barnes dari badan statistik USDA.

Secara hukum, ganja industri di AS tidak boleh mengandung lebih dari 0,3 persen tetrahydrocannabinol sebuah zat psikoaktif dalam ganja.

Video terkini:

Video Terkait