Usia di Atas 25 Tahun, Lahan Kelapa Sawit Seluas 3.235 Ha di Aceh Utara Diremajakan

Pekerja mengumpulkan kelapa sawit di Desa Mulieng Manyang, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Aceh. (Dok.Antara/Rahmad)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 21 Januari 2022 | 12:40 WIB

Sariagri - Lahan tanaman kelapa sawit seluas 3.235 hektare milik petani di Kabupaten Aceh Utara sudah diremajakan. Peremajaan itu hampir mencapai setengah dari total perkebunan sawit seluas 8.682,5 hektare yang sudah tidak produktif.

"Ribuan perkebunan sawit yang diremajakan ini karena sudah berusia di atas 25 tahun, sehingga dinilai sudah tidak produktif lagi dan juga karena menggunakan benih tidak ilegal dengan produktivitasnya kurang dari 10 ton per hektare dalam setahun," ujar Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara Lilis Indriansyah.

Lilis mengatakan program replanting atau peremajaan sawit sudah dilakukan sejak 2018, tersebar di beberapa kecamatan. Program peremajaan sawit itu dikelola kelompok tani dan koperasi.

"Peremajaan perkebunan sawit yang merupakan program pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Peremajaan tanaman kelapa sawit tersebut khusus milik masyarakat," katanya.

Menurut dia, tujuan peremajaan tanaman kelapa sawit untuk meningkatkan produktivitas dan mempertahankan posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit di dunia.

Selain yang sudah diremajakan, pihaknya menargetkan 2.000 hektare lainnya dapat diremajakan pada 2022, mengingat pada 2021 realisasi hanya 800 hektare dari target 2.500 hektare.

"Tahun lalu realisasi peremajaan sawit sangat kecil. Di antara penyebabnya, karena harga tandan buah segar sawit mulai naik, sehingga petani tidak mau mengikuti program replanting," kata Lilis.

Baca Juga: Usia di Atas 25 Tahun, Lahan Kelapa Sawit Seluas 3.235 Ha di Aceh Utara Diremajakan
Serikat Berharap Dana BPDPKS Lebih Dialokasikan untuk Petani Sawit

Dia menambahkan pihaknya masih terus mensosialisasikan manfaat program bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR). Nantinya, para petani akan diberikan bantuan berupa benih dan biaya perawatan.

"Program ini membantu petani karena untuk meremajakan tanaman sawit membutuhkan biaya yang sangat besar. Oleh karenanya, kami terus menyosialisasikan kepada petani agar dapat memanfaatkan bantuan tersebut," pungkasnya.

Video:

Video Terkait