Arang Batok Kelapa Susah Didapat, Briket dari Limbah Serabut Pinang jadi Alternatif

Pengolahan pinang sebagai bahan briket. (Antara/HO/SC-Kementan)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 21 Januari 2022 | 19:40 WIB

Sariagri - Kelompok petani muda di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Jambi sudah mulai mengolah briket dari limbah serabut pinang menjadi bahan bakar. Bupati Tanjabtim H Rommi Heryanto mengajak Kementerian BUMN untuk mengembangkan briket berbahan baku serabut pinang.

"Saya berharap BUMN bisa bersinergi dan mengembangkannya untuk bahan bakar alternatif," kata Bupati Rommi saat menerima Staf Ahli Menteri BUMN Arya Sinulingga, Jumat (21/1/2022).

Bupati mengatakan briket itu bisa menjadi bahan bakar alternatif saat arang batok kelapa sudah mulai susah didapat.

"Sekarang batok kelapa jadi barang mahal, susah didapat. Kalaupun ada harganya tak semurah dulu. Kelapa sekarang banyak dijual dan diekspor dengan batoknya, jadi arang batok sulit," katanya.

Menurut dia, briket limbah serabut pinang bisa menjadi alternatif yang bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai alternatif selain arang.

Briket pinang itu sudah dikemas dalam plastik, sedangkan untuk partai besar juga bisa dikembangkan untuk bahan bakar pengganti batu bara.

"Bayangkan saat ini harga arang batok sudah mencapai Rp3.000-an per kilogram. Juga sudah mulai langka, nah di Tanjabtim ini banyak pinang, dan limbah serabutnya sudah bisa jadi briket seperti ini," kata Rommi Heryanto.

Bupati menyebutkan Kabupaten Tanjabtim merupakan daerah penghasil pinang terbesar bersama Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Selama ini limbah pinang menjadi barang atau limbah yang terbuang, namun dengan ada inovasi menjadi briket maka semuanya akan termanfaatkan.

"Kapasitasnya memang masih kecil, namun ke depannya akan lebih besar lagi. Mungkin bisa ditambah peralatan dan mesin produksinya. Dari sisi potensi briket ini sangat potensial," kata Rommi.

Baca Juga: Arang Batok Kelapa Susah Didapat, Briket dari Limbah Serabut Pinang jadi Alternatif
Kemajuan Industri Hilir Sawit Bergantung Pada SDM Berkualitas

Sementara itu Staf Ahli Menteri BUMN Arya Sinulingga berjanji untuk memfasilitasi pemasaran produk, bahkan mencoba untuk mensinergikan dengan program pengembangan UMKM melalui BUMN di daerah itu.

"Kami akan bawa ke PLN, ini bisa menjadi bahan bakal alternatif pendukung batu bara di pembangkitan. Kita akan coba komunikasikan," kata Arya.

Video:

Video Terkait