Kopi Petani Lokal Unjuk Gigi di Gelaran Expo 2020 Dubai

Biji kopi produk perkebunan.(Pexels)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 26 Januari 2022 | 20:20 WIB

Sariagri - Kopi petani Indonesia tampil di Paviliun Indonesia pada gelaran Expo 2020 Dubai di minggu ke-17. Lebih dari 50 jenis kopi lokal dipamerkan di Area Pasar Malam Paviliun Indonesia, antara lain kopi Luwak, Gayo, Kintamani, robusta Lampung, Leci Pranger Priyangan, Bajawa Flores, Toraja dan Ijen Banyuwangi.

"Berbagai jenis kopi dari seluruh penjuru Nusantara yang memiliki ciri khas dapat ditemukan di area Pasar Malam Paviliun Indonesia. Kami ingin menunjukkan pada dunia bahwa kopi Indonesia dihasilkan dari tangan petani lokal yang luar biasa," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dan Komisioner Jenderal Paviliun Indonesia Didi Sumedi.

Didi dalam keterangannya, Rabu (28/1/2022) optimistis melalui Expo 2020 Dubai, Indonesia dapat mewujudkan mimpi menjadi produsen kopi ternama di dunia.

Menurut Didi, produk kopi yang dipamerkan di Paviliun Indonesia memiliki cerita tentang pemberdayaan masyarakat. Salah satunya, kopi hutan Lampung, jenis kopi robusta yang dibawa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kopi robusta Lampung yang dihasilkan dari kawasan hutan lindung Batuegi itu digarap langsung para petani kopi lokal. Para petani kopi di sana diberikan izin legal untuk menggarap kawasan hutan.

Dengan visi “Tercapainya Fungsi Hutan Lindung yang Memberi Kesejahteraan Masyarakat” para petani juga diberikan pelatihan melalui berbagai program kemitraan.

Sementara itu, Provinsi Aceh membawa kopi Gayo yang mengusung pemberdayaan perempuan. Kopi Gayo dibudidayakan di sekitar kawasan Taman Nasional Leuser dan memberdayakan petani lokal yang sebagian besar perempuan.

Produk kopi Gayo telah menembus ekspor Amerika, Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Hal itu menjadi bentuk dukungan bagi para pekerja perempuan dan generasi muda di kawasan itu.

Sedangkan, Kementerian Ketenagakerjaan membawa kopi kalosi Enrekang yang merupakan jenis kopi tertua di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda. Kopi kalosi termasuk jenis kopi arabika yang dibudidaya oleh para petani kopi Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Hingga saat ini, kopi kalosi Enrekang telah dimodifikasi menjadi kopi drip bags sebagai upaya melestarikan potensi kopi lokal.

Baca Juga: Kopi Petani Lokal Unjuk Gigi di Gelaran Expo 2020 Dubai
Demi Perluas Pasar, Pemprov Jambi Minta Petani Pertahankan Kualitas Kopi

Didi menceritakan, selain pameran produk kopi lokal, pengunjung Paviliun Indonesia juga dapat mengikuti demo seduh (brewing) kopi dengan barista berpengalaman.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor kopi Indonesia ke dunia pada periode Januari-November 2021 tercatat 757,41 juta dolar AS. Sementara, pada 2020 nilai ekspor kopi Indonesia sebesar 821,93 juta dolar AS.

Video terkait:

Video Terkait