Kualitas Kopi Lombok Diharapkan jadi Pemantik Wisatawan MotoGP

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.(Sariagri/Yongki)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 27 Januari 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM) Teten Masduki mengajak pelaku usaha kopi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk lebih produktif menyambut perhelatan internasional kedepan.

Selain agar geliat kopi daerah meningkat, upaya itu dilakukan untuk mengangkat ekonomi masyarakat yang terpuruk karena pandemi COVID-19. Salah satu caranya melalui peningkatan kualitas produk dan inovasi pelaku UKM.

Teten mendorong pengusaha kopi meningkatkan kualitas produk mereka sehingga mampu bersaing dengan brand kopi yang sudah ada dan lama berproduksi di Indonesia.

"Sebenarnya kita sudah membuat kajian di Sirkuit Sepang Malaysia dan memang 65 persen yang laku merchandisenya, jadi kita harus menyesuaikan," ujar Teten usai bincang kopi dengan komunitas kopi se-Pulau Lombok di Pendopo Bupati Lombok Barat, Rabu (26/1/2022).

Tantangan pelaku UKM kopi di tanah air, menurut Teten, adalah memenuhi standart kualitas kopi global agar bisa diterima di pasar internasional. Selain itu juga produksinya yang masih sangat rendah membuat kopi kurang eksis di pasaran.

Teten berharap penonton MotoGP yang diperkirakan mencapai 100 Ribu orang lebih dapat menjadi peluang warga untuk menyiapkan tempat modern untuk memberikan kenyamanan para wisatawan.

Dalam menghadapi event MotoGP, lanjut Teten, pelaku UKM harus jeli karena analisa pasarnya penonton ingin membeli kopi jadi dan siap minum bukan yang belum diolah. Karena itu harus banyak gerai kopi yang disiapkan dan pelaku UKM harus mampu menyajikan kopi secara modern.

"Padahal rasa kopi Lombok sangat khas dan diakui barista dunia. Artinya kita juga menyiapkan tempat minum kopi yang modern karena yang datang ini kan dari luar," terangnya.

Dari total kebutuhan kopi global, Indonesia hanya bisa memenuhi 38 ribu ton kopi, sementara permintaannya sangat tinggi. Teten mendorong adanya industrialisasi petani kopi dan pengusaha kopi di Lombok.

"Karena untuk melawan pemain besar kopi modern maka harus industrialisasi berbasis digital sehingga bisnis kopi akan mampu bersaing di pasar gelobal bukan malah sendiri-sendiri dengan brand lokal," sambungnya.

Sementara itu, Kuadro seorang pegiat kopi di Lombok berharap pemerintah dalam hal ini Kemenkop dan UKM mendukung produksi kopi di daerah dengan memberikan program berkesinambungan. Salah satunya dengan secara rutin mensurvei hasil produksi petani kopi. Dengan cara itul, kata dia, pengusaha kopi tidak kesulitan lagi mencari petani yang memiliki kualitas biji kopi terbaik.Baca Juga: Kualitas Kopi Lombok Diharapkan jadi Pemantik Wisatawan MotoGP
Kopi Petani Lokal Unjuk Gigi di Gelaran Expo 2020 Dubai



"Peran pemerintah harus tetap melakukan pendampingan kepada para petani untuk turun bersama para komunitas kopi juga memberikan program," katanya.

Menurut dia, cara itu merupakan solusi sementara agar penyajian kopi lebih berkualitas, selain juga meningkatkan tekhnologi dan industrialisasi. Dengan memastikan hasil produksi petani akan muncul kualitas biji kopi terbaik.

"Sehingga nanti merata semua tanaman petani kopi yang berkualitas," pungkasnya. 

Video terkait:

Video Terkait