Asosiasi Kopi di Lombok Siap Ramaikan Ajang MotoGP Mandalika

Ilustrasi kopi robusta Lombok. (Kemenkop UKM)

Editor: M Kautsar - Jumat, 28 Januari 2022 | 12:20 WIB

Sariagri - Ketua Asosiasi Kopi Lombok (Lombok Speciality Coffe Association), Doddy Adi Wibowo mengatakan bahwa pihaknya siap memasarkan produk kopi terbaiknya khususnya varian robusta saat pagelaran MotoGP Mandalika pada Maret mendatang.

Dikatakan Doddy, saat ini pelaku di industri kecil kopi mulai dari hulu hingga hilir telah dipersiapkan untuk dapat menghasilkan produk kopi unggulan.

"Sekarang produksi kopi robusta mulai mengarah ke prosesing untuk paska panennya dengan baik dan benar. Kita sudah mengarah ke sana tetapi memang untuk kapasitasnya masih dibilang belum maksimal," ujar Doddy seperti dikutip dari laman Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Jumat (28/1).

Doddy menjelaskan bahwa produksi kopi robusta di pulau Lombok saat ini mencapai 3.000 ton per panen. Namun, kata dia, dari hasil produksi tersebut mayoritas diserap oleh pasar di Jawa dan juga ekspor.

Dia berharap ada dukungan dari pemerintah seperti penyediaan infrastruktur terpadu di kawasan perkebunan kopi serta biaya logistik dan pupuk yang murah dapat mendorong produktivitas petani. Dengan begitu kebutuhan pasar baik dalam negeri atau luar negeri bisa dipenuhi.

"Harapannya mudah-mudahan pemerintah bisa membantu memperbaiki infrastruktur, masalah logistik di kebun dan masalah maintenance di kebun kopi seperti agar petani kami bisa lebih produktif lagi," pungkasnya.

Sementara itu, Menkop UKM, Teten Masduki berharap agar para pengrajin kopi robusta di Lombok dapat menyajikan kopi dengan cara yang lebih modern dan elegan selama pelaksanaan MotoGP di Mandalika. Dikatakannya, pelaku usaha juga diharapkan untuk memanfaatkan peluang bisnis tersebut dengan membuka kedai kopi selama acara berlangsung.

"Jadi nanti harus kita bisa sajikan kopi secara khusus di setiap tempat sebab yang akan datang ke MotoGP diperkirakan 100 ribu orang. Kalau seminggu di sini dan minum kopi dua kali sehari bisa untung. Tetapi tempat minum kopi itu harus dengan penyajian yang modern," tandasnya.

Baca Juga: Asosiasi Kopi di Lombok Siap Ramaikan Ajang MotoGP Mandalika
Mentan SYL Dorong Petani Kopi di Bandung Tingkatkan Produksi

Sebagai informasi, Indonesia dikenal sebagai produsen kopi terbesar keempat dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Colombia. Potensi kopi Indonesia cukup besar dengan perkebunan kopi yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor kopi Indonesia ke dunia pada Januari - November 2021 tercatat sebesar USD757,41 juta. Sementara pada 2020 nilai ekspor kopi Indonesia tercatat sebesar 821,93 juta dolar AS.

Video terkini:

Video Terkait