Bisa jadi Pilihan, Budidaya Kelapa Kopyor Genjah Punya Potensi Ekonomi Menjanjikan

Kelapa kopyor genjah.(Balitbangtan)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 2 Februari 2022 | 14:00 WIB

Sariagri - Kabupaten Pati, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang menjadi sentra budidaya kelapa kopyor. Masyarakat di sana banyak yang membudidayakan komoditas pertanian itu karena memiliki potensi ekonomi menjanjikan.

Khanafi (48) merupakan salah satu petani yang menggeluti usaha budidaya kelapa kopyor. Dia mulai melakukan budidaya di areal pekarangan sejak tahun 2015. Saat ini dia telah memiliki sekitar 200 pohon kelapa kopyor genjah.

“Mulai tanam kira-kira 2015, itu pohon sudah tinggi sekitar empat meter. Dulu awal penanaman mulai dari bibit kita tanam, umur 2,5 tahun udah buah. (Tertarik budidaya kelapa kopyor) Kelapa kopyor sentralnya di Pati utara, pasarnya menjanjikan, harga jualnya per butir lumayan,” ujarnya saat dihubungi Sariagri.id, Rabu (2/2/2022).

Khanafi menjelaskan saat memulai budidaya kelapa kopyor, dirinya menanam 50 pohon kelapa. Satu tahun kemudian, dia menambah 150 pohon kelapa kopyor dengan jarak tanam 4x5 meter hingga 5x6 meter.

Dia mengungkapkan hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya kelapa kopyor adalah faktor ketersediaan air, pemupukan dan perawatan kebersihan pekarangan. Ketika pohon telah mulai berbuah, pemupukan hanya dilakukan dua kali setahun.

“Pertama faktor air, airnya mencukupi terus pupuk, nanti tinggal perawatan, kalau sudah buah umur sekitar empat tahun kita pupuk satu tahun dua kali aja udah cukup, bukan bibit dari kultur jaringan,” ungkapnya.

Perbedaan bibit kelapa kopyor kultur jaringan dengan konvensional

Khanafi mengatakan bibit kelapa kopyor dari hasil kultur jaringan memerlukan perawatan ekstra. Menurut dia, bibit itu jika tidak dilakukan pemupukan rutin akan mempengaruhi panen.

“Kalau pemupukannya gak rutin itu bisa-bisa cuma besar serabutnya tapi isinya kecil biasanya kalau dari kultur,” terangnya.

Sementara bibit kelapa kopyor yang dikembangkan Khanafi memiliki beberapa keunggulan, di antaranya lebih tahan hama dan perawatannya lebih ringan. Namun, lanjut dia, hasil panen bibit itu kalah dengan bibit kultur jaringan.

“Kalau kultur 100 persen satu tandan bisa menghasilkan kopyor semua, kalau bibit biasa yang kita punya umpamanya satu tandan ada 10 buah yang jadi kopyor antara 4-6 buah, sisanya kita (jadikan) bibit,” katanya.

Baca Juga: Bisa jadi Pilihan, Budidaya Kelapa Kopyor Genjah Punya Potensi Ekonomi Menjanjikan
Keren, Ketua RT di Jaktim Ciptakan Minuman dari Olahan Buah Anggur

Dikatakan Khanafi, pembibitan buah kelapa kopyor genjah miliknya memerlukan waktu lima bulan ketika disemai. Setelah muncul 4-5 daun dengan ketinggian 50 cm, lanjut dia, ditanam di lahan dan masuk umur 2,5 tahun sudah berbuah.

“Itu nanti normal keluar buahnya yang banyak sekitar umur 3,5-4 tahun, setiap bulan keluar tunas baru,” tambahnya.

Video terbaru:

Video Terkait