FAO : Industri Teh dapat Akhiri Kemiskinan dan Kelaparan Global

Ilustrasi petani teh. (Foto Pixabay)

Editor: M Kautsar - Jumat, 25 Februari 2022 | 22:30 WIB

Sariagri - Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agriculture Organization), Qu Donyu mengatakan industri teh dapat memainkan peran penting dalam transformasi sistem pangan pertanian global.

"Teh dapat memainkan peran utama di jalan kita dalam membangun dunia yang lebih main di mana tidak ada seorang pun yang tertinggal," kata Qu dikutip dari laman FAO.

Qu menjelaskan, industri teh merupakan sektor padat karya yang bisa menyediakan pekerjaan dan pendapatan bagi banyak komunitas pedesaan termiskin di dunia, termasuk di dalamnya perempuan.

Petani kecil dan rumah tangga pertanian menghasilkan 60 persen produksi teh secara global. Hal itu, kata Qu menjadikan teh sebagai kontributor penting bagi pencapaian Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Selain itu, nilai ekspor teh merupakan sumber pendapatan yan penting, terutama bagi negara berpenghasilan rendah yang membutuhkan devisa untuk membayar tagihan impor makanan mereka dan membeli barang atau jasa dari pasar global.

"Untuk mengakhiri kelaparan dan kemiskinan dunia, sangat penting bagi kita untuk mengubah sistem pertanian pangan kita dan teh dapat memainkan peran dalam transformasi ini," sebut Qu.

Potensi dan tantangan teh global

Teh menjadi minuman yang paling banyak dikonsumsi orang di seluruh dunia setelah air. Data FAO menyebutkan nilai produksi teh global diperkirakan mencapai sekitar 17 miliar dolar AS, sementara perdagangan teh bernilai sekitar 8 miliar dolar AS per tahun.

Qu juga mencatat bawa teh memiliki dimensi sosial yang penting, yaitu dapat menyatukan orang untuk berbagi cerita, membangun persahabatan dan mengatasi perbedaan.

Data FAO juga menunjukkan adanya peningkatan konsumsi teh selama lockdown akibat Pandemi Covid-19.

Namun di samping potensi besarnya, Qu mengatakan sektor teh juga tengah menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan perhatian segera. Di antaranya dampak krisis iklim, kebutuhan yang meningkat, keberlanjutan rantai pasok teh, rendahnya tingkat produktivitas kebun teh, tekanan harga dan biaya yang dihadapi pelaku usaha teh.

Qu melanjutkan, perkebunan teh dapat menyebabkan erosi lebih lanjut terutama tanah dan air. Tanaman teh yang berupa semak juga menjadi sasaran serangan hama dan penyakit sehingga mengurangi hasil panen.Misalnya, penyakit hawar coklat pada teh dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan dalam produksi dan pendapatan

"Petani kecil membutuhkan dukungan teknis dan keuangan untuk berinvestasi dalam varietas tahan hama dan penyakit, dan untuk mencapai pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan. Konfederasi Petani Teh Internasional dapat memberikan dukungan yang berharga dalam hal ini,"kata Qu.

Baca Juga: FAO : Industri Teh dapat Akhiri Kemiskinan dan Kelaparan Global
Tren Industri Biji dan Serat Ganja di AS Meningkat, Imbas Harga Minyak CBD Anjlok



Qu menambahkan, kerangka strategis FAO yang bertujuan untuk mencapai produksi, nutrisi, lingkungan dan kehidupan yang lebih baik untuk semua, tanpa meninggalkan siapapun, dapat mendukung transformasi sektor teh.

Video terkini:

Video Terkait