Tebu Organik Hasilkan Keuntungan Panen yang Lebih ''Manis''

Ilustrasi - Dua orang pekerja sedang melintas di lahan perkebunan tebu. ANTARA

Editor: M Kautsar - Kamis, 17 Maret 2022 | 21:00 WIB

Sariagri - Penerapan metode pertanian organik terus merambah ke berbagai lahan pertanian termasuk pertanian tebu. Selain ramah lingkungan, metode pertanian tebu organik terbukti menguntungkan secara ekonomi. India adalah satu negara yang telah membuktikannya, dan Ramasamy adalah salah seorang contoh petani yang merasakan manfaat tebu organik.

Petani tua berusia 82 tahun ini berasal dari Varapalayam di Thadagam. Ia mulai menanam buah-buahan dan sayuran organik, kelapa dan pinang setelah menderita masalah kesehatan pada tahun 2015. Dia memutuskan untuk menanam tebu organik dua tahun lalu, dibantu oleh Institut Pemuliaan Tebu Dewan Penelitian Pertanian (ICAR) di Coimbatore. Para ahli di sana menyuruhnya untuk membudidayakan varietas Co 0212 dan Co 11015 di lahan pertaniannya di kaki bukit Kurudi Malai .

"Awalnya saya menghasilkan 570 kilogram gula merah dari tebu, tapi sekarang bisa menghasilkan 700 kilogram, sama dengan yang dihasilkan oleh petani yang menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Saya sekarang telah memperluas budidaya tebu menjadi dua hektar. Saya menggunakan sistem irigasi tetes untuk tanaman karena kelangkaan air," kata Ramasamy kepada Times Of India.

Dia mengaku tak lagi menggunakan pupuk kimia dan pestisida untuk merawat tanaman tebunya. Jadi selain biaya pembelian pupuk berkurang, harga jual tebu organiknya sendiri ternyata lebih mahal dari tebu biasa, sehingga Ramasamy mendapat keuntungan ganda.

Tebu organik

Mengutip sugarcane.icar.gov.in, pertanian organik adalah sistem manajemen produksi holistik yang mempromosikan dan meningkatkan kesehatan agroekosistem, termasuk keanekaragaman hayati, siklus biologis dan aktivitas biologis tanah. Teknik ini menekankan penggunaan praktik manajemen menggunakan sumber daya yang tersedia secara alami yang bisa dicapai dengan menggunakan metode agronomi, biologis, dan mekanis, bukan menggunakan bahan sintetis.

Baca Juga: Tebu Organik Hasilkan Keuntungan Panen yang Lebih ''Manis''
Dukung Swasembada Gula, Batang Siapkan Puluhan Hektare Lahan Tebu



Salah satu hal penting dalam pertanian organik adalah penggunaan pupuk organik. Aplikasikan pupuk kandang atau kompos atau lumpur tekan yang terdekomposisi dengan baik sebanyak 80 ton per hektare baik sebelum pembajakan terakhir atau di alur sebelum penanaman. Namun, kuantitas pupuk organik dapat diatur sedemikian rupa untuk memasok 280 kg N/ha, melalui satu atau lebih sumber pupuk seperti pupuk kandang, kompos, lumpur tekan dll, tergantung pada kandungan N mereka.

Selain itu, penting juga untuk menerapkan penggunaan pupuk hayati. Mengutip agritech.tnau.ac.in, pupuk hayati bisa dilakukan dengan aplikasi masing-masing 5 kg Azospirillum dan Phosphobacteria pada 30 dan 60 hari setelah tanam tebu. Campur pupuk hayati secara menyeluruh dengan 500 kilogram per hektare pupuk kandang untuk meningkatkan kesuburan, setelah itu lakukan pembumian ringan dan segera lakukan irigasi.

Video terkini:

Video Terkait