Mengenal Sejarah Kedelai hingga Fakta Menarik yang Jarang Diketahui

Ilustrasi Kedelai. (Pixabay/Євген Литвиненко)

Editor: Dera - Selasa, 26 April 2022 | 17:10 WIB

Sariagri -  Kedelai adalah salah satu bahan pangan yang penting di dunia. Amerika Serikat bahkan menetapkan bulan April sebagai bulan Kedelai Nasional. Banyak makanan yang berasal dari kedelai, di antaranya susu kedelai, pasta miso, tempe, tahu, dan edamame.

Meskipun Amerika Serikat adalah produsen kacang kedelai utama dunia, namun pertanian kedelai terbesar, Bon Futaru, terletak di Brasil yang memiliki 555.000 hektare tanaman kedelai.

Berikut lima fakta menarik dan sejarah kedelai, seperti dikutip dari discovermagazine.com.



Sejarah kedelai

Kedelai adalah bagian dari keluarga kacang-kacangan, seperti kacang polong, lentil dan kacang-kacangan. Banyak yang meyakini bahwa kedelai pertama kali dibudidayakan di negeri Cina kuno, kemudian digunakan selama ribuan tahun di Asia sebelum sampai ke Amerika pada tahun 1804.

Pada pertengahan 1900-an, kedelai menjadi bagian penting dari pertanian di Midwest dan Selatan. Tanaman ini dapat mencapai ketinggian 6,5 kaki dan memiliki bunga yang dapat membuahi sendiri. Bunganya sendiri hanya berukuran sekitar seperempat inci dan biasanya berwarna ungu, putih atau merah muda.

Meskipun tidak semua bunga menghasilkan polong, 50 hingga 80 persen menghasilkan polong. Warna bijinya bervariasi, tetapi untuk produksi komersial, sebagian besar berwarna cokelat. Di Amerika Serikat, produksi kedelai untuk tahun 2021 mencapai rekor tertinggi yakni total mencapai 4,44 miliar gantang.

Industri kecap

Meskipun berasal dari Cina, industri kecap tumbuh dan berkembang selama periode Edo Jepang dengan ekspor dimulai pada akhir 1730-an.

Meskipun ada sedikit variasi, kecap Jepang terbuat dari kedelai dan gandum yang difermentasi menggunakan cetakan koji. Ada keluarga di Jepang yang telah membuat kecap selama ratusan tahun dengan menggunakan metode produksi tradisional, termasuk penggunaan tong kayu yang disebut “kioke.”

Di Jepang, kecap adalah kerajinan yang sangat serius, bahkan ada festival kioke tahunan yang diadakan di pulau Shodoshima. Orang-orang yang hadir adalah produsen kecap, koki dan pembuat produk fermentasi lainnya bersama dengan siapa saja yang menghargai dan ingin melestarikan budaya kioke.

Bahan pembuatan biodiesel

Kedelai juga bisa diolah menjadi biodisel, yakni jenis bahan bakar yang dapat terurai dan terbarukan. Biodiesel melepaskan emisi karbon lebih sedikit daripada diesel minyak bumi dan tidak mengandung belerang beracun dan benzena karsinogenik.

Digunakan di armada kendaraan kota dan negara bagian, biodiesel juga digunakan oleh militer AS, dalam manufaktur dan peralatan pertanian dan dalam industri konstruksi. Namun biodisel rentan terhadap penebalan (disebut "gelling") dalam cuaca dingin, dan hal ini bisa merusak filter dan pipa kendaraan. Biodiesel juga lebih mahal dan memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih rendah daripada solar biasa.

Baik untuk kesehatan

Selain sejarah kedelai yang menarik, tanaman ini juga memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain menyediakan sumber yang baik dari lemak sehat jantung, serat, potasium dan zat besi. Kedelai juga terbukti menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan membantu meringankan gejala menopause.

Adapun manfaat lain adalah memiliki efek perlindungan terhadap prostat dan kanker gastrointestinal. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kedelai menurunkan risiko kanker payudara.

Selain itu kedelai juga mengandung isoflavon yang merupakan senyawa mirip estrogen, yang dapat menjadi pengganggu endokrin jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Disarankan untuk menghindari produk kedelai yang diproses tinggi dan tetap menggunakan produk yang tidak menambahkan gula, pengawet, atau natrium berlebih.

Orang dengan masalah tiroid harus sangat berhati-hati dengan kedelai dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Kedelai hingga Fakta Menarik yang Jarang Diketahui
Mentan Syahrul Ajak Bangkitkan Kedelai Nasional



Bahan krayon

Krayon berbahan kedelai adalah alternatif pengganti krayon dari parafin yang berbasis minyak bumi, dan beberapa di antaranya mengandung timbal yang membahayakan kesehatan. Krayon kedelai ditemukan oleh mahasiswa Universitas Purdue Jocelyn Wong dan timnya sebagai bagian dari kompetisi inovasi kedelai.

Krayon mereka mengandung 85 persen minyak kedelai dan tersedia dalam kemasan ukuran yang berbeda, seperti krayon biasa. Krayon kedelai meluncur dengan mulus, tidak mengelupas dan memiliki warna yang lebih cerah. Krayon kedelai juga ramah lingkungan, tidak beracun dan terbuat dari sumber terbarukan.

Selain itu ada varian batu krayon kedelai yang bisa membantu anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan keterampilan motorik halus mereka. Bentuk "batu" mendorong anak-anak untuk menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari tengah atau yang biasanya disebut dengan pegangan tripod.

 

Video Terkait