Duh! Petani Sawit Rugi Triliunan Rupiah Imbas Larangan Ekspor Migor

Pekerja memanen tandan buah segar kelapa sawit di kebun milik salah satu perusahaan kelapa sawit di Kalsel. (Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 27 April 2022 | 18:30 WIB

Sariagri - Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung mengatakan bahwa para petani sawit mengalami kerugian mencapai 11,7 Triliun. Harga Tandan Buah Segar (TBS) di level petani anjlok hingga Rp1.500 sampai Rp1.850 per kilogram dalam 4 hari setelah terjadi simpang siur larangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng kelapa sawit.

"Senin sore terpantau harga TBS makin tidak karuan, sudah turun 60 persen dan antri panjang truk sawit dibeberapa PKS. Jika tidak ada penjelasan dan tindakan tegas kepada PKS nakal, apa boleh buat, saya sudah kehabisan jawaban kepada petani sawit di 22 Provinsi yang marah karena kondisi ini," ujar Gulat kepada Sariagri.

Diwartakan sebelumya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng per 28 April 2022 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Namun banyak sejumlah pihak yang mengartikan bahwa larangan tersebut adalah produk CPO (Crude Palm Oil).

"Saya telah memimpin rapat tentang pemenuhan kebutuhan pokok rakyat. Utamanya, yang berkaitan dengan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri. Dalam rapat tersebut, telah saya putuskan pemerintah melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng, mulai Kamis, 28 April 2022 sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian," kata Jokowi secara virtual, Jumat (22/4/2022).

Baca Juga: Duh! Petani Sawit Rugi Triliunan Rupiah Imbas Larangan Ekspor Migor
Kenaikan Tarif Pungutan Ekspor Guna Keberlanjutan Produksi Sawit

Kemudian, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia pun menyampaikan bahwa larangan ekspor adalah produk CPO. Hal itu disampaikan untuk menjelaskan alasan pemerintah melarang ekspor komoditas tersebut.

Selanjutnya baru pada 26 April malam, Airlangga memberikan keterangan pers bahwa komoditas yang dilarang oleh pemerintah untuk ekspor adalah refined, bleached, deodorized atau RBD palm olein. Perlu diketahui, Olein merupakan bahan baku untuk pembuatan minyak goreng.

Video Terkait