Tingkatkan Produktivitas, Aceh Utara Targetkan Peremajaan Sawit 2.000 Ha

Hasil perkebunan kelapa sawit. (Antara)

Editor: Dera - Selasa, 10 Mei 2022 | 21:00 WIB

Sariagri - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menargetkan program peremajaan kelapa sawit rakyat seluas 2.000 hektare pada 2022 untuk menggantikan tanaman sebelumnya yang sudah tidak produktif lagi.

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Utara Lilis Indriansyah di Lhokseumawe, Selasa, mengatakan pihaknya sudah menandatangani perjanjian kinerja dengan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian untuk merealisasikan peremajaan itu.

"Sejak program peremajaan sawit diluncurkan, di Kabupaten Aceh Utara telah direalisasikan seluas 3.200 hektare dari total 8.682,5 hektare," kata Lilis Indriansyah.

Ia mengatakan peremajaan tanaman sawit dilakukan dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan mempertahankan posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit di dunia.

Adapun sasaran program tersebut, lanjut dia, yakni meremajakan tanaman kelapa sawit milik masyarakat yang berusia lebih dari 25 tahun serta produktivitasnya kurang dari 10 ton per hektare dalam setahun.

"Kami optimis target tersebut tercapai, mengingat antusias masyarakat mengikuti program peremajaan sawit sangat tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 800 hektare lahan diajukan kelompok tani untuk peremajaan," kata Lilis Indriansyah, seperti dilansir dari Antara.

Ia mengatakan peremajaan tanaman kelapa sawit ini merupakan program hibah untuk para petani dengan total bantuan per hektare mencapai Rp25 juta.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas, Aceh Utara Targetkan Peremajaan Sawit 2.000 Ha
Manfaatkan Momen, Malaysia Bakal Potong Pajak Ekspor Sawit Penuhi Pasar

Setiap kelompok juga harus mengusulkan minimal 50 hektare dan setiap petani dalam kelompok tersebut tidak dibolehkan mengusulkan lebih dari empat hektare.

"Program ini membantu petani karena untuk meremajakan tanaman sawit membutuhkan biaya besar. Kami kita terus menyosialisasikan kepada petani agar dapat memanfaatkan program tersebut," kata Lilis Indriansyah.

Video Terkait